Makna Keterlibatan Ayah dalam Perspektif Penyalahguna Narkoba=The Meaning of Father Involvement from the Perspective of Individuals in Drug Rehabilitation


ASSYIFA, AFIFAH NUR (2026) Makna Keterlibatan Ayah dalam Perspektif Penyalahguna Narkoba=The Meaning of Father Involvement from the Perspective of Individuals in Drug Rehabilitation. Skripsi thesis, Universitas Hasanuddin.

[thumbnail of COVER] Image (COVER)
C021211045-us147zRJLhw8DoQr-20260313130946.jpg

Download (260kB)
[thumbnail of BAB 1-2] Text (BAB 1-2)
C021211045-1-2.pdf

Download (131kB)
[thumbnail of DAPUS] Text (DAPUS)
C021211045-dp.pdf

Download (96kB)
[thumbnail of FULL TEKS] Text (FULL TEKS)
C021211045-fullll.pdf
Restricted to Repository staff only until 13 March 2028.

Download (1MB)

Abstract (Abstrak)

Latar Belakang. Keterlibatan ayah merupakan aspek penting dalam pembentukan kesejahteraan emosional dan sosial anak. Minimnya keterlibatan ayah berpotensi melemahkan fungsi keluarga dan meningkatkan kerentanan terhadap perilaku menyimpang, termasuk penyalahgunaan narkoba. Dalam konteks rehabilitasi, keterlibatan ayah dapat menjadi faktor protektif maupun penghambat proses pemulihan. Namun, makna keterlibatan ayah dari perspektif penyalahguna narkoba, khususnya pada fase sebelum, selama, dan setelah rehabilitasi, masih jarang dikaji secara mendalam. Tujuan. Penelitian ini bertujuan untuk memahami makna keterlibatan ayah sebagaimana dialami serta dimaknai oleh individu penyalahguna narkoba pada fase sebelum, selama, dan setelah menjalani rehabilitasi. Metode. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain deskriptif. Partisipan dipilih melalui purposive sampling dan terdiri dari tiga individu yang telah menyelesaikan rehabilitasi di Balai Rehabilitasi BNN Baddoka Makassar. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam semi-terstruktur dan dianalisis menggunakan analisis tematik secara induktif. Keabsahan data diperkuat melalui audit trail. Hasil. Makna keterlibatan ayah terbentuk dalam dua fase pengalaman. Sebelum rehabilitasi, keterlibatan dimaknai secara ambivalen melalui ketidakhadiran, ketidakefektifan peran, pengalaman kekerasan, kehadiran yang bermakna, serta harapan terhadap keterlibatan ayah. Selama dan setelah rehabilitasi, makna berkembang ke arah keberlanjutan ketidakefektifan atau munculnya dukungan emosional, bimbingan, pendampingan, dan pemulihan relasi. Tingkat keterlibatan ayah memengaruhi arah dinamika tersebut. Kesimpulan. Makna keterlibatan ayah bersifat dinamis dan kontekstual, dipengaruhi oleh kualitas, konsistensi, dan keberlanjutan relasi ayah–anak sepanjang proses penyalahgunaan dan pemulihan.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Uncontrolled Keywords: relasi ayah–anak; adiksi; dukungan emosional; rekonsiliasi
Subjects: B Philosophy. Psychology. Religion > BF Psychology
Divisions (Program Studi): Fakultas Kedokteran > Psikologi
Depositing User: Unnamed user with username pkl2
Date Deposited: 12 Aug 2026 02:57
Last Modified: 12 Aug 2026 02:57
URI: http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/56882

Actions (login required)

View Item
View Item