MUTMAINNA S, MUTMAINNA S (2026) PERBANDINGAN KARAKTERISTIK KLINIS EFUSI PLEURA PREDOMINAN POLIMORFONUKLEAR DAN MONONUKLEAR PADA PASIEN TUBERKULOSIS=COMPARISON OF CLINICAL CHARACTERISTICS OF POLYMORPHONUCLEAR AND MONONUCLEAR PREDOMINANT PLEURAL EFFUSION IN TUBERCULOUS PATIENTS. Thesis thesis, Universitas Hasanuddin.
C015212014-cover.pdf
Download (127kB)
C015212014-1-2.pdf
Download (449kB)
C015212014-dp.pdf
Download (124kB)
C015212014-fulll.pdf
Restricted to Repository staff only until 27 February 2027.
Download (1MB)
Abstract (Abstrak)
Pendahuluan. Efusi pleura tuberkulosis (TPE) adalah manifestasi kedua yang paling sering terjadi pada tuberkulosis (TB) ekstraparu, terutama ditandai dengan sel mononuclear (MN) dalam cairan pleura. Namun, sekitar 6,7% kasus ditemukan dominasi sel polimorfonuklear (PMN) dalam cairan pleura, yang sering mengakibatkan keterlambatan diagnosis dan pengobatan, karena kasus ini mungkin awalnya tidak dikenali sebagai TB. Maka pada penelitian ini akan melihat perbandingan karakteristik klinis efusi pleura predominan PMN dan MN pada pasien TB. Metode. Penelitian cross sectional yang melibatkan 60 pasien TB terkonfirmasi bakteriologi yang disertai dengan efusi pleura di Rumah Sakit Wahidin Sudirohusodo, Makassar, Indonesia. Data primer dikumpulkan dari wawancara pasien, pemeriksaan fisik, dan analisis cairan pleura dari sampel torakosentesis. Diagnosis efusi pleura ditegakkan dengan pemeriksaan radiologi dan torakosentesis. Pasien diklasifikasikan sebagai dominan PMN (≥50% PMN) atau dominan MN (≥50% MN) berdasarkan jumlah sel dalam cairan pleura. Hasil. Di antara pasien, 24 pasien (40%) memiliki efusi pleura dominan PMN dan 36 pasien (60%) memiliki efusi pleura dominan MN. Terdapat perbedaan signifikan antara predominan sel pada cairan pleura TB terhadap gambaran klinis, seperti penurunan berat badan (p < 0,001), durasi gejala (p = 0,034), keparahan klinis (p = 0,033), kadar leukosit dan laktat dehidrogenase (LDH) dalam cairan pleura (p < 0,001). Predominan PMN dikaitkan dengan presentasi klinis yang berat dan kadar leukosit serta LDH cairan pleura yang lebih tinggi dibandingkan dengan predominan MN. Kesimpulan. Efusi pleura tuberkulosis predominan PMN mencerminkan stadium awal penyakit, fase inflamasi yang lebih berat ditandai dengan klinis berat dan peningkatan kadar leukosit serta LDH dalam cairan pleura. Sebaliknya, efusi pleura predominan MN mencerminkan fase penyakit yang lebih kronik, durasi gejala yang lebih lama, dan klinis ringan sedang
| Item Type: | Thesis (Thesis) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | efusi pleura tuberkulosis, polimorfonuklear, mononuklear, laktat dehydrogenase. |
| Subjects: | R Medicine > RC Internal medicine |
| Divisions (Program Studi): | Fakultas Kedokteran > PPDS Ilmu Penyakit Dalam |
| Depositing User: | Unnamed user with username pkl2 |
| Date Deposited: | 12 Aug 2026 01:39 |
| Last Modified: | 12 Aug 2026 01:39 |
| URI: | http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/56871 |
