Penilaian Tricuspid Annular Plane Systolic Excursion pada Pasien Kanker yang Mendapatkan Terapi Antrasiklin=Evaluation of Tricuspid Annular Plane Systolic Excursion in Cancer Patients Receiving Anthracyclin Therapy


SAGA, ZARAS YUDISTHIRA (2026) Penilaian Tricuspid Annular Plane Systolic Excursion pada Pasien Kanker yang Mendapatkan Terapi Antrasiklin=Evaluation of Tricuspid Annular Plane Systolic Excursion in Cancer Patients Receiving Anthracyclin Therapy. Thesis thesis, Universitas Hasanuddin.

[thumbnail of COVER] Image (COVER)
C015212004-KMAXrxRO2J1QPjCw-20260305150943.png

Download (107kB)
[thumbnail of BAB 1-2] Text (BAB 1-2)
C015212004-1-2.pdf

Download (1MB)
[thumbnail of DAPUS] Text (DAPUS)
C015212004-dp.pdf

Download (49kB)
[thumbnail of FULL TEKS] Text (FULL TEKS)
C015212004-fullll.pdf
Restricted to Repository staff only until 27 February 2028.

Download (2MB)

Abstract (Abstrak)

Latar Belakang: Kemoterapi berbasis antrasiklin efektif dalam pengobatan berbagai jenis kanker, namun diketahui memiliki efek kardiotoksik yang bergantung pada dosis, terutama memengaruhi ventrikel kiri (LV). Studi terbaru menunjukkan bahwa ventrikel kanan (RV) juga dapat terdampak. Tricuspid Annular Plane Systolic Excursion (TAPSE) merupakan alat ekokardiografi noninvasif yang digunakan untuk menilai fungsi sistolik ventrikel kanan. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh kemoterapi antrasiklin terhadap TAPSE serta hubungannya dengan fraksi ejeksi ventrikel kiri (LVEF). Tujuan: Menilai dampak kemoterapi antrasiklin terhadap fungsi ventrikel kanan menggunakan TAPSE, serta menganalisis hubungan antara perubahan TAPSE dan LVEF pada pasien kanker. Metode: Penelitian observasional pre–post ini melibatkan 74 pasien kanker yang menerima kemoterapi berbasis antrasiklin di Rumah Sakit Umum Pusat Wahidin Sudirohusodo. Pemeriksaan ekokardiografi TAPSE dan LVEF dilakukan sebelum memulai pengobatan dan setelah menyelesaikan enam siklus kemoterapi. Disfungsi ventrikel kanan didefinisikan sebagai TAPSE <16 mm. Perbedaan nilai sebelum dan sesudah pengobatan dianalisis menggunakan Wilcoxon signed-rank test, sedangkan korelasi antara TAPSE dan LVEF dianalisis menggunakan Mann-Whitney test. Hasil: Setelah kemoterapi, 79,7% pasien menunjukkan penurunan TAPSE yang bermakna (rata-rata penurunan: 2,2 mm; p = 0,001). Nilai TAPSE menurun dari 20,8 ± 2,3 mm sebelum pengobatan menjadi 18,6 ± 2,7 mm setelah pengobatan. Ditemukan korelasi positif yang bermakna antara perubahan TAPSE dan LVEF (r = 0,62; p = 0,001). Kesimpulan: Kemoterapi antrasiklin menyebabkan disfungsi ventrikel kanan yang bermakna, ditunjukkan oleh penurunan TAPSE yang berkorelasi dengan penurunan fungsi ventrikel kiri. Pengukuran TAPSE merupakan alat yang bermanfaat untuk deteksi dini kardiotoksisitas biventrikular pada pasien kanker yang menjalani terapi antrasiklin.

Item Type: Thesis (Thesis)
Uncontrolled Keywords: Antrasiklin, Tricuspid Annular Plane Systolic Excursion (TAPSE), Kardiomiopati Induksi Kemoterapi, Penilaian Ekokardiografi.
Subjects: R Medicine > RC Internal medicine
Divisions (Program Studi): Fakultas Kedokteran > PPDS Ilmu Penyakit Dalam
Depositing User: Unnamed user with username pkl2
Date Deposited: 11 Aug 2026 06:43
Last Modified: 11 Aug 2026 06:43
URI: http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/56865

Actions (login required)

View Item
View Item