Nilai HOMA-IR Pada Subjek Overweight dan Obesitas Dengan dan Tanpa Sarkopenia=HOMA-IR Values in Overweight and Obesity Subjects With and Without Sarcopenia


SUHARDI, FERYANDI LIMANTO (2026) Nilai HOMA-IR Pada Subjek Overweight dan Obesitas Dengan dan Tanpa Sarkopenia=HOMA-IR Values in Overweight and Obesity Subjects With and Without Sarcopenia. Thesis thesis, Universitas Hasanuddin.

[thumbnail of COVER] Image (COVER)
C015212003-5szNvkKXMQU72mat-20260304160428.png

Download (95kB)
[thumbnail of BAB 1-2] Text (BAB 1-2)
C015212003-1-2.pdf

Download (251kB)
[thumbnail of DAPUS] Text (DAPUS)
C015212003-dp.pdf

Download (189kB)
[thumbnail of FULL TEKS] Text (FULL TEKS)
C015212003-fulll.pdf
Restricted to Repository staff only until 23 February 2028.

Download (934kB)

Abstract (Abstrak)

Pendahuluan. Obesitas dan kelebihan berat badan, suatu kondisi peradangan subklinis, dan sarkopenia, yaitu hilangnya massa dan fungsi otot yang terkait usia, adalah kondisi yang saling berkaitan. Resistensi insulin merupakan disfungsi metabolic yang menghubungkan keduanya. Studi ini bertujuan untuk membandingkan nilai Homeostasis Model Assessment of Insulin Resistance (HOMA-IR) pada subjek kelebihan berat badan/obesitas dengan dan tanpa sarkopenia. Metode. Studi observasional potong lintang dilakukan mulai Januari 2025 di Rumah Sakit Dr. Wahidin Sudirohusodo dan Rumah Sakit Universitas Hasanuddin, Makassar. Sebanyak 100 subjek dewasa kelebihan berat badan/obesitas (BMI ≥23 kg/m² menurut kriteria Asia) dimasukkan melalui pengambilan sampel berurutan. Sarkopenia didiagnosis berdasarkan kriteria Asian Working Group for Sarcopenia (AWGS) 2019. Resistensi insulin dinilai menggunakan HOMA-IR, dengan nilai cut-off >2,6 (Tertil 3). Analisis data menggunakan statistik deskriptif dan uji Chi-square serta uji Korelasi Spearman. Hasil. Rata-rata BMI adalah 28,61 ± 5,24 kg/m², dan rata-rata HOMA-IR adalah 2,73 ± 2,1. Sarkopenia ditemukan pada 73% subjek. Prevalensi resistensi insulin (HOMA-IR >2,6) secara deskriptif paling tinggi pada kelompok obesitas sarkopenik (36,0%), diikuti oleh kelompok kelebihan berat badan sarkopenik (30,4%), dan kelompok obesitas non-sarkopenik (29,2%), dengan 0% pada kelompok referensi kelebihan berat badan non-sarkopenik. Namun, analisis statistik menunjukkan tidak ada hubungan signifikan antara kombinasi sarkopenia dan kategori kelebihan berat badan/obesitas dengan resistensi insulin (p > 0,05 untuk semua perbandingan). Korelasi negatif yang signifikan ditemukan antara HOMA-IR dan Kekuatan Genggaman Tangan (ρ = -0,225, p=0,020) serta massa otot yang diukur dengan BIA (ρ = -0,222, p=0,020). Kecepatan berjalan tidak menunjukkan korelasi yang signifikan dengan HOMA-IR (ρ = -0,119, p=0,238). Kesimpulan. Meskipun tidak ada hubungan independen antara obesitas sarkopenik dan resistensi insulin setelah analisis tanpa penyesuaian, tingkat HOMA-IR yang lebih tinggi secara konsisten dikaitkan dengan penurunan massa dan kekuatan otot, menunjukkan interaksi metabolik-muskuloskeletal dini pada individu yang kelebihan berat badan.

Item Type: Thesis (Thesis)
Uncontrolled Keywords: HOMA-IR, Resistensi Insulin, Sarkopenia, Obesitas, Kelebihan berat badan
Subjects: R Medicine > RC Internal medicine
Divisions (Program Studi): Fakultas Kedokteran > PPDS Ilmu Penyakit Dalam
Depositing User: Unnamed user with username pkl2
Date Deposited: 11 Aug 2026 06:41
Last Modified: 11 Aug 2026 06:41
URI: http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/56864

Actions (login required)

View Item
View Item