NURGAHAYU, NURGAHAYU (2026) PENGEMBANGAN MODEL RUMAH TUNGGU KELAHIRAN BERBASIS SOSIAL EKOLOGIS DI DAERAH PEGUNUNGAN KABUPATEN GOWA DAN KEPULAUAN KABUPATEN SINJAI = DEVELOPMENT OF AN ECOLOGICAL SOCIAL-BASED MATERNITY WAITING HOME MODEL IN THE HIGHLAND AREA OF GOWA REGENCY AND THE ISLAND AREA OF SINJAI REGENCY. Disertasi thesis, Universitas Hasanuddin.
K013211039-3jTFL71lNARwPhtQ-20260606184812.jpg
Download (305kB)
K013211039-1-2.pdf
Download (1MB)
K013211039-dp.pdf
Download (248kB)
K013211039-fulll.pdf
Restricted to Repository staff only until 28 April 2028.
Download (5MB)
Abstract (Abstrak)
ABSTRAK Nurgahayu. Pengembangan Model Rumah Tunggu Kelahiran Berbasis Sosial Ekologis di Pegunungan Kabupaten Gowa dan Kepulauan Kabupaten Sinjai (dibimbing oleh Masni, Nur Nasry Noor, dan Nasruddin AM) Latar Belakang: Angka Kematian Ibu (AKI) di Kabupaten Gowa masih tinggi, yaitu 32 kasus pada ibu hamil dan 107 kasus pada bayi baru lahir selama tahun 2020–2021. Selain itu, AKI di tingkat provinsi juga mencapai 196 kasus pada tahun 2020. Kondisi ini mendorong pelaksanaan Rumah Tunggu Kelahiran (RTK) untuk mengurangi keterlambatan akses pelayanan kesehatan. Tujuan: menganalisis model pemanfaatan RTK berbasis sosial ekologis di pegunungan dan kepulauan. Metode: Penelitian ini terdiri dari dua tahap yang diawali dengan metode kualitatif untuk mendapatkan informasi secara mendalam mengenai sistem pelaksanaan RTK. Penelitian ini dilakukan di RTK Kabupaten Gowa dengan melibatkan 4 informan. Kemudian dilanjutkan dengan tahap kedua penelitian Mixed Methods. Tahap kuantitatif dilakukan melalui survei cross-sectional pada 249 ibu yang pernah melahirkan dalam satu tahun terakhir menggunakan teknik stratified random sampling. Analisis multivariat menggunakan Partial Least Squares–Structural Equation Modeling (PLS-SEM). Tahap kualitatif dilakukan melalui wawancara mendalam dengan pemangku kepentingan dan ibu yang memiliki anak 1 tahun dengan tujuan untuk menggali informasi terkait pemanfaatan RTK. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi Rumah Tunggu Kelahiran (RTK) masih menghadapi berbagai kendala pada aspek input, proses, dan output. Kendala tersebut terutama meliputi keterbatasan tenaga kesehatan, pendanaan, dan pengawasan, serta lemahnya perencanaan dan pengorganisasian. Kondisi ini berdampak pada rendahnya tingkat pemanfaatan RTK, yaitu ≤30%. Faktor-faktor yang memengaruhi pemanfaatan RTK meliputi usia, pendapatan, akses layanan, pendidikan, pekerjaan, perilaku, dukungan keluarga, serta peran dukun. Faktor dominan bervariasi antarwilayah, yaitu pendapatan di Kabupaten Gowa dan usia di wilayah kepulauan Kabupaten Sinjai. Model integratif IPO–sosial ekologis mampu menjelaskan 48,8% variasi pemanfaatan RTK. Temuan ini menegaskan pentingnya pendekatan komprehensif melalui penguatan sistem kesehatan, kebijakan yang berkelanjutan, serta dukungan sosial guna meningkatkan kesehatan ibu dan bayi. Kesimpulan: Integrasi IPO dan sosial ekologis menegaskan RTK efektif potensial, tapi terhambat struktur operasional & faktor multilevel; model gabungan menjelaskan 48,8% variasi pemanfaatan. Kata kunci: Rumah Tunggu Kelahiran; Sosial; Ekologis; Pegunungan; Kepulauan
| Item Type: | Thesis (Disertasi) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Kata kunci: Rumah Tunggu Kelahiran; Sosial; Ekologis; Pegunungan; Kepulauan |
| Subjects: | R Medicine > RA Public aspects of medicine |
| Depositing User: | Nasyir Nompo |
| Date Deposited: | 10 Aug 2026 01:59 |
| Last Modified: | 10 Aug 2026 01:59 |
| URI: | http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/56809 |
