WIJAYA SINAGA, YOSUA (2025) HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN TERHADAP GANGGUAN PENDENGARAN AKIBAT BISING PADA PEGAWAI PT. AFTECH MAKASSAR INDONESIA=RELATIONSHIP BETWEEN KNOWLEDGE LEVEL AND NOISE INDUCED HEARING LOSS AMONG EMPLOYEES OF PT. AFTECH MAKASSAR INDONESIA. Thesis thesis, Universitas Hasanuddin.
C011221051-8Jmv3zZluxBb1NtD-20251231152334.png
Download (588kB)
C011221051-1-2.pdf
Download (407kB)
C011221051-dp.pdf
Download (135kB)
C011221051-fulll.pdf
Restricted to Repository staff only until 27 December 2027.
Download (1MB)
Abstract (Abstrak)
Latar Belakang. Paparan bising pada tempat kerja merupakan salah satu faktor risiko untuk terjadinya gangguan pendengaran akibat bising (noice induced hearing loss) yang bersifat progresif dan sangat memengaruhi kualitas hidup penderitanya. Berdasarkan data yang dirilis oleh WHO pada tahun 2018, diperkirakan 1,1 milyar orang mengalami gangguan pendengaran. Di Indonesia prevalensi gangguan pendengaran akibat bising mencapai 16,8% dari total populasi atau kurang lebih mengenai 36 juta orang, yang merupakan tertinggi untuk kawan Asia Tenggara. Tingkat pengetahuan mengenai gangguan pendengaran akibat bising diharapkan dapat membentuk perilaku untuk mengurangi dampak paparan bising yang berkepanjangan. Tujuan. Penelitian ini bertujuan untuk mencari hubungan tingkat pengetahuan terhadap gangguan pendengaran akibat bising pada pegawai PT. AFTECH Makassar Indonesia. Metode. Penelitian ini merupakan penelitian observasional dengan desain penelitian berupa cross-sectional study yang dilakukan pada 20 pegawai PT. AFTECH Makassar Indonesia. Data tingkat pengetahuan diperoleh melalui pembagian kuesioner, sedangkan data kemampuan pendengaran diperoleh melalui tes garpu tala dan tes audiometri nada murni. Analisis data dilakukan secara univariat terhadap tingkat pengetahuan dan gangguan pendengaran, sedangkan analisis bivariat dilakukan untuk mencari hubungan tingkat pengetahuan terhadap gangguan pendengaran akibat bising. Hasil. Dari total 20 responden ditemukan 5 orang dengan pengetahuan memadai dan 15 orang dengan tingkat pengetahuan tidak memadai. Gangguan pendengaran yang paling banyak ditemukan adalah gangguan pendengaran konduktif sebanyak 11 orang, sedangkan sisanya sebanyak 2 orang dengan gangguan pendengaran campuran, sebanyak 5 orang dengan gangguan pendengaran sensorineural, dan sebanyak 2 orang dengan pendengaran normal. Kesimpulan. Tidak terhadat hubungan yang signifikan antara tingkat pengetahuan terhadap gangguan pendengaran akibat bising pada pegawai PT. AFTECH Makassar Indonesia.
| Item Type: | Thesis (Thesis) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Kebisingan, Gangguan Pendengaran Akibat Bising, Tingkat Pengetahuan, Pegawai pabrik |
| Subjects: | R Medicine > RA Public aspects of medicine |
| Divisions (Program Studi): | Fakultas Kedokteran > Ilmu Kedokteran |
| Depositing User: | Unnamed user with username pkl2 |
| Date Deposited: | 28 Jul 2026 01:12 |
| Last Modified: | 28 Jul 2026 01:12 |
| URI: | http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/56749 |
