Efek Pemberian Kompos Tandan Kosong Kelapa Sawit (TKKS) dan Actinomycetes pada Pertumbuhan Bibit Kelapa Sawit (Elaeis guineensis Jacq) Pre Nursery = Effects of Oil Palm Empty Fruit Bunch (EFB) Compost and Actinomycetes Application on the Growth of Oil Palm (Elaeis guineensis Jacq.) Seedlings at the Pre-Nursery Stage


FADIAH, BALQIS AZZA (2026) Efek Pemberian Kompos Tandan Kosong Kelapa Sawit (TKKS) dan Actinomycetes pada Pertumbuhan Bibit Kelapa Sawit (Elaeis guineensis Jacq) Pre Nursery = Effects of Oil Palm Empty Fruit Bunch (EFB) Compost and Actinomycetes Application on the Growth of Oil Palm (Elaeis guineensis Jacq.) Seedlings at the Pre-Nursery Stage. Skripsi thesis, Universitas Hasanuddin.

[thumbnail of Cover] Image (Cover)
G011221083-m8lNexbk0qsWE4Rv-20260417012256.jpeg

Download (459kB)
[thumbnail of Bab 1-2] Text (Bab 1-2)
G011221083-1-2.pdf

Download (300kB)
[thumbnail of Dapus] Text (Dapus)
G011221083-dp.pdf

Download (203kB)
[thumbnail of Fulltext] Text (Fulltext)
G011221083-fulll.pdf
Restricted to Repository staff only until 13 April 2028.

Download (14MB)

Abstract (Abstrak)

Latar Belakang. Kelapa sawit (Elaeis guineensis Jacq) merupakan salah satu komoditas tanaman perkebunan penghasil minyak sawit mentah berupa CPO dan minyak inti sawit. Perkebunan kelapa sawit sangat bergantung pada kualitas bibit yang diperbanyak dan ditanam. Pertumbuhan bibit kelapa sawit sering kali mengalami kegagalan difase pre nursery yang kemungkinan besar disebabkan oleh perlakuan dan pemupukan yang kurang tepat untuk memenuhi kebutuhan fase vegetative yaitu pertumbuhan radikula (akar muda) dan plumula (tunas). Tujuan. Penelitian bertujuan untuk mengetahui dan mempelajari pertumbuhan bibit kelapa sawit pre nursery dengan aplikasi kompos tandan kosong kelapa sawit dan Actinomycetes. Metode. Penelitian dilaksanakan di Laboratorium Biosains dan Bioteknologi Tanaman serta Experimental Farm Fakultas Pertanian Universitas Hasanuddin, Makassar. Penelitian disusun menggunakan Rancangan Petak Terpisah dalam Rancangan Acak Kelompok, kompos tandan kosong kelapa sawit sebagai petak utama dan Actinomycetes sebagai anak petak, masing- masing tiga taraf, yaitu tanpa kompos, 25%, dan 50% kompos dari media tanah per polybag, perlakuan Actinomycetes terdiri atas kontrol 0 CFU/mL, 10⁶ CFU/mL, dan 10⁸ CFU/mL. Hasil. Tidak terdapat interaksi antara perlakuan kompos TKKS dan Actinomycetes terhadap seluruh parameter pengamatan. Perlakuan kompos TKKS 50% memberikan pengaruh terbaik terhadap diameter batang 8 MST (6,33 mm), tinggi tanaman 8 MST (17,73 cm) dan tinggi tanaman 12 MST (24,54 cm). Actinomycetes 108 CFU/mL memberikan pengaruh terbaik pada volume akar (42,14 ml), panjang akar (23,20 cm), jumlah daun 16 MST (7,40 helai), luas daun (73,91 cm2), luas bukaan stomata (66,52 µm2) dan kerapatan stomata (69,64 stomata/mm2). Kesimpulan. Interaksi antara kompos TKKS dan Actinomycetes tidak ada pada semua aspek agronomis dan fisiologis. Dosis kompos TKKS 50% per polybag memberikan pengaruh paling optimal terhadap diameter batang pada umur 8 MST, tinggi tanaman pada umur 8 dan 12 MST. Jumlah koloni 10⁸ CFU/mL Actinomycetes memberikan pengaruh terbaik terhadap volume akar, panjang akar, jumlah daun, luas daun, luas bukaan stomata, dan kerapatan stomata bibit kelapa sawit.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Uncontrolled Keywords: Actinomycetes, kelapa sawit, kompos, pre nursery, TKKS
Subjects: S Agriculture > S Agriculture (General)
Divisions (Program Studi): Fakultas Pertanian > Agroteknologi
Depositing User: Nasyir Nompo
Date Deposited: 15 Jul 2026 01:02
Last Modified: 15 Jul 2026 01:02
URI: http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/56477

Actions (login required)

View Item
View Item