IRNAWATI, IRNAWATI (2026) Efektivitas Tingkat Konsentrasi Pupuk Hayati Mikrobat Dalam Menghambat Pertumbuhan Cendawan Colletotrichum sp. Penyebab Penyakit Antraknosa Pada Tanaman Cabai (Capsicum annuum L) Secara In Vitro = Effectiveness of various concentrations of the Mikrobat biofertilizer in inhibiting the growth of Colletotrichum sp., the causal agent of anthracnose disease in chili plants (Capsicum annuum L) in vitro. Skripsi thesis, Universitas Hasanuddin.
G061211081-L7WgsvOq0PXnbcY6-20260413172204.jpg
Download (181kB)
G061211081-1-2.pdf
Download (333kB)
G061211081-dp.pdf
Download (225kB)
G061211081-fullll.pdf
Restricted to Repository staff only until 9 March 2028.
Download (1MB)
Abstract (Abstrak)
Latar Belakang. Pengendalian penyakit antraknosa hingga saat ini masih mengandalkan penggunaan fungisida sintetik. Penggunaan yang terus menerus dan kurang tepat dapat menyebabkan resistensi patogen dan pencemaran lingkungan. Salah satu upaya alternatif adalah dengan menggunakan pupuk hayati berbahan aktif konsorsium mikroba kelompok bakteri. Tujuan. Penelitian ini bertujuan untuk megetahui efektivitas pupuk hayati Mikrobat pada beberapa konsentrasi dalam menghambat pertumbuhan cendawan Colletotrichum sp., penyebab penyakit antraknosa secara in vitro. Metode. Rancangan Acak Lengkap dengan empat perlakuan tiga ulangan digunakan dalam penelitian ini. Tingkat konsentrasi Mikrobat yang digunakan adalah 0%, 5%, 10%, dan 15%. Hasil. Hasil penelitian pada media PDA, konsentrasi 15% menunjukkan daya hambat terbaik sejak awal pengamatan yaitu 0,99 cm (2 HSI) dan secara konsisten lebih rendah hingga akhir pengamatan yaitu 4,87 cm (14 HSI). Pada media PDB, efektivitas penghambatan biomassa tertinggi pada P3 sebesar 75,57%, diikuti P2 sebesar 66,44% dan P1 sebesar 34,83%. Kerapatan konidia tertinggi terdapat pada kontrol sebesar 0,63 × 10⁷ konidia/ml dan terendah pada P3 sebesar 0,15 × 10⁷ konidia/ml, sedangkan persentase penghambatan konidia tertinggi juga diperoleh pada P3 sebesar 75,63% dibandingkan P1 sebesar 41,56%. Pada buah cabai, aplikasi Mikrobat mampu memperpanjang masa inkubasi dari 1,77 hari (kontrol) menjadi 4,11 hari pada P3 serta menurunkan kejadian penyakit dari 77,77% menjadi 27,77% dan intensitas serangan dari 86,13% menjadi 19,47%. Kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa konsentrasi 15% dan 10% terbukti sebagai perlakuan paling efektif menghambat pertumbuhan koloni pada media PDA dan PDB, serta penekanan penyakit pada buah cabai besar dibandingkan dengan dosis 5% dan kontrol.
| Item Type: | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Pengendalian Hayati; Konsorsium Mikroba; Daya Hambat, Sporulasi; Biomassa; Patogen Cendawan |
| Subjects: | S Agriculture > S Agriculture (General) |
| Divisions (Program Studi): | Fakultas Pertanian > Proteksi Tanaman |
| Depositing User: | Nasyir Nompo |
| Date Deposited: | 09 Jul 2026 01:03 |
| Last Modified: | 09 Jul 2026 01:03 |
| URI: | http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/56438 |
