SINTESIS FILM HIDROGEL ALGINAT/KITOSAN DAN KARAKTERISASI SEBAGAI BAHAN PEMBALUT LUKA DAN DRUG DELIVERY = SYNTHESIS OF ALGINATE/CHITOSAN HYDROGEL FILMS AND CHARACTERIZATION AS WOUND DRESSING AND DRUG DELIVERY AGENTS


BASRI, ANDI FARA APRICILYA (2025) SINTESIS FILM HIDROGEL ALGINAT/KITOSAN DAN KARAKTERISASI SEBAGAI BAHAN PEMBALUT LUKA DAN DRUG DELIVERY = SYNTHESIS OF ALGINATE/CHITOSAN HYDROGEL FILMS AND CHARACTERIZATION AS WOUND DRESSING AND DRUG DELIVERY AGENTS. Skripsi thesis, Universitas Hasanuddin.

[thumbnail of Cover] Image (Cover)
H021211023-Jxz4iMw5IvubdEKr-20250926183911.jpg

Download (998kB)
[thumbnail of Bab 1-2] Text (Bab 1-2)
H021211023-1-2.pdf

Download (870kB)
[thumbnail of Dapus] Text (Dapus)
H021211023-dp.pdf

Download (339kB)
[thumbnail of Fulltext] Text (Fulltext)
H021211023-fulllll.pdf
Restricted to Repository staff only until 24 September 2027.

Download (3MB)

Abstract (Abstrak)

Latar belakang. Kulit merupakan organ terluar dan terbesar pada tubuh manusia. Apabila terjadi kerusakan atau luka maka dapat mengganggu integritas kulit dan menghambat proses penyembuhan alami. Tujuan. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan film hidrogel yang berbahan dasar alami dari Sodium Alginat (SA), Kitosan (Ch) sebagai pembalut luka bioaktif yang mampu melepaskan obat secara terkontrol. Metode. Film hidrogel dibuat melalui metode solvent-casting dengan proses crosslinking menggunakan CaCl₂. Karakterisasi dilakukan menggunakan FTIR, XRD, uji pembengkakan (swelling), uji antibakteri terhadap Staphylococcus aureus, serta pengujian efisiensi enkapsulasi dan pelepasan kurkumin menggunakan spektrofotometer UV-Vis. Hasil. FTIR menunjukkan pembentukan jaringan hidrogel yang lebih kompleks. Analisis XRD menunjukkan bahwa penambahan Ch menyebabkan penurunan intensitas puncak kristalin dan meningkatkan derajat amorf hidrogel. Hidrogel tanpa Ch (S1) memiliki swelling ratio tertinggi, sedangkan S2 dan S3 yang mengandung Ch menunjukkan penurunan karena meningkatnya kepadatan jaringan. S1 tidak aktif melawan Staphylococcus aureus, sedangkan S2 dan S3 aktif, dengan efektivitas tertinggi pada S2. Ini menunjukkan bahwa Ch meningkatkan sifat antibakteri, namun konsentrasi yang terlalu tinggi justru dapat menghambat pelepasannya. Hasil analisis UV-Vis menunjukkan bahwa peningkatan konsentrasi Ch dalam hidrogel berbanding lurus dengan peningkatan efisiensi enkapsulasi obat. Rasio SA dan Ch mempengaruhi kapasitas muat dan karakteristik pelepasan obat secara signifikan. Kesimpulan. Penelitian ini menunjukkan bahwa kombinasi antara SA dan Ch dapat mengontrol pelepasan mekanisme difusi dan pembengkakan terkontrol, sehingga cocok untuk aplikasi pembalut luka yang melepaskan obat secara bertahap.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Uncontrolled Keywords: film hidrogel; sodium alginat (SA); kitosan (Ch); pembalut luka; drug delivery
Subjects: Q Science > Q Science (General)
Divisions (Program Studi): Fakultas Matematika dan Ilmu Peng. Alam > Fisika
Depositing User: Nasyir Nompo
Date Deposited: 30 Jun 2026 00:02
Last Modified: 30 Jun 2026 00:02
URI: http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/56302

Actions (login required)

View Item
View Item