TABITA, TABITA (2025) EFEKTIVITAS ULAT HONGKONG Tenebrio molitor DALAM MENDEGRADASI BENTUK BATANGAN STYROFOAM DISERTAI PENAMBAHAN NUTRIEN = THE EFFECTIVENESS OF HONG KONG BEETLES (Tenebrio molitor) IN DEGRADING STYROFOAM BARS WITH THE ADDITION OF NUTRIENTS. Skripsi thesis, Universitas Hasanuddin.
H041211014-8dXwTMgQVYiAOFup-20250923192302.jpg
Download (359kB)
H041211014-1-2.pdf
Download (752kB)
H041211014-dp.pdf
Download (479kB)
H041211014-fulllllll.pdf
Restricted to Repository staff only until 23 July 2027.
Download (3MB)
Abstract (Abstrak)
Latar Belakang. Peningkatan penggunaan styrofoam sebagai wadah makanan dan minuman maupun sebagai pelindung barang elektronik semakin meningkat dan justru memperparah masalah lingkungan. Limbah styrofoam yang sulit terurai secara sempurna terus meningkat seiring dengan tingginya konsumsi masyarakat. Penanganan limbah styrofoam umumnya dilakukan dengan teknik fisika dan kimia, namun dianggap kurang efektif. Salah satu alternatif yang lebih ramah lingkungan dan lebih ekonomis adalah dengan teknik biologi yaitu bioremediasi menggunakan ulat hongkong Tenebrio molitor. Ulat Hongkong Tenebrio molitor telah dilaporkan mampu menguraikan plastik yang digunakan sebagai kemasan, sehingga dipertimbangkan sebagai agen entomoremediasi. Tujuan. Menganalisis efektivitas ulat hongkong Tenebrio molitor dalam mendegradasi styrofoam serta mengetahui pengaruh penambahan nutrien terhadap efektivitas ulat hongkong Tenebrio molitor dalam mendegradasi styrofoam. Metode. Penelitian ini dilakukan dalam beberapa tahap yaitu, tahap pengambilan sampel, tahap aklimatisasi, tahap persiapan pakan, tahap pengamatan dan pengukuran, serta tahap pengolahan data. Hasil. Ulat Hongkong Tenebrio molitor efektif dalam mendegradasi batangan styrofoam dengan penambahan nutrien, efektivitas tersebut ditunjukkan dengan adanya pengurangan berat styrofoam yang terjadi selama ulat hongkong Tenebrio molitor mengalami pertumbuhan dari umur 47 hingga 68 hari. Tingkat degradasi tertinggi terjadi pada perlakuan B (styrofoam + dedak jagung + sekam padi), diikuti oleh perlakuan C (styrofoam + pelet ayam), dan yang terendah terdapat pada perlakuan A (styrofoam saja). Kesimpulan. Ulat Hongkong Tenebrio molitor terbukti efektif dalam mendegradasi batangan styrofoam dengan penambahan nutrien pada fase pertumbuhan ulat berusia 47 hingga 68 hari.
| Item Type: | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | styrofoam, Tenebrio molitor, degradasi, bioremediasi |
| Subjects: | Q Science > Q Science (General) |
| Divisions (Program Studi): | Fakultas Matematika dan Ilmu Peng. Alam > Biologi |
| Depositing User: | Nasyir Nompo |
| Date Deposited: | 29 Jun 2026 07:06 |
| Last Modified: | 29 Jun 2026 07:06 |
| URI: | http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/56298 |
