BUDIMAN, MUHAMMAD ARIF (2026) Analisis Proporsi Wajah Suku Makassar Dan Bugis: Studi Komparatif Fotometri Dan Evaluasi Kesesuaian Terhadap Divine Ratio. Skripsi thesis, Universitas Hasanuddin.
J011221189-SPHYqDde9u3mcTjQ-20260427132523.jpg
Download (312kB)
J011221189-1-2.pdf
Download (1MB)
J011221189-dp.pdf
Download (388kB)
J011221189-fulllll.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (5MB)
Abstract (Abstrak)
Latar belakang. Analisis proporsi wajah merupakan aspek penting dalam bidang kedokteran gigi estetika makro. Standar estetika wajah, termasuk konsep Divine Ratio (1.618), sering dijadikan acuan namun dapat bervariasi antar suku. Belum banyak data spesifik yang membandingkan karakteristik morfologi wajah antara dua suku terbesar di Sulawesi Selatan, yaitu Suku Makassar dan Suku Bugis. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perbedaan dimensi vertikal dan transversal wajah antara populasi Suku Makassar dan Suku Bugis, serta mengevaluasi kesesuaian wajah kedua suku tersebut terhadap nilai Divine Ratio. Metode: Jenis penelitian ini adalah deskriptif komparatif dengan desain cross-sectional. Sampel terdiri dari 120 orang dewasa berumur 18 hingga 40 tahun yang terbagi menjadi empat kelompok dengan jumlah yang sama: Makassar Laki-laki, Makassar Perempuan, Bugis Laki-laki, dan Bugis Perempuan. Pengambilan data dilakukan menggunakan metode fotometri wajah terstandarisasi. Variabel pengukuran mencakup dimensi vertikal dan transversal. Analisis dilakukan menggunakan uji Multivariate Analysis of Variance (MANOVA), Two-Way ANOVA, dan One-Sample T-Test. Hasil: Hasil analisis MANOVA membuktikan terdapat perbedaan ukuran proporsi wajah yang signifikan (p = 0.003) secara keseluruhan antara Suku Makassar dan Suku Bugis. Suku Bugis memiliki ukuran rerata dimensi vertikal dan transversal wajah yang lebih besar dibandingkan Suku Makassar. Dimorfisme seksual (faktor jenis kelamin) juga memberikan pengaruh yang sangat signifikan (p = 0.000) di mana dimensi wajah laki-laki secara konstan lebih besar daripada perempuan. Hasil pengujian hipotesis kesesuaian menunjukkan bahwa seluruh variabel rasio wajah utama pada populasi kedua suku tersebut berbeda secara signifikan (p < 0.05) terhadap nilai Divine Proportion (1.618). Kesimpulan: Ditemukan perbedaan proporsi anatomi kraniofasial yang nyata antara Suku Makassar dan Suku Bugis, serta adanya perbedaan pola ukuran berdasarkan jenis kelamin. Parameter Divine Proportion (1.618) mayoritas menyimpang dari proporsi alami sehingga terbukti tidak relevan untuk dijadikan sebagai standar universal estetika wajah pada populasi ras Mongoloid seperti Suku Bugis dan Suku Makassar.
| Item Type: | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Subjects: | R Medicine > RK Dentistry |
| Divisions (Program Studi): | Fakultas Pendidikan Dokter Gigi > Pendidikan Dokter Gigi |
| Depositing User: | Nasyir Nompo |
| Date Deposited: | 29 Jun 2026 06:15 |
| Last Modified: | 29 Jun 2026 06:15 |
| URI: | http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/56292 |
