ANALISIS MAKNA SIMBOLIK TRADISI “MATTIMPA BUBUNG” DI KABUPATEN BONE = The Symbolic Meaning Analysis of the Tradition “Mattimpa Bubung” in the Village of Bulumpare, Awangpone Subdistrict, Bone Regency


IRMA, IRMA (2025) ANALISIS MAKNA SIMBOLIK TRADISI “MATTIMPA BUBUNG” DI KABUPATEN BONE = The Symbolic Meaning Analysis of the Tradition “Mattimpa Bubung” in the Village of Bulumpare, Awangpone Subdistrict, Bone Regency. Skripsi thesis, Universitas Hasanuddin.

[thumbnail of Cover]
Preview
Image (Cover)
E021211043-mIWstxiRkyXMG9rP-20251010153352.jpg

Download (77kB) | Preview
[thumbnail of Bab 1-2] Text (Bab 1-2)
E021211043-1-2.pdf

Download (977kB)
[thumbnail of Dapus] Text (Dapus)
E021211043-dp.pdf

Download (228kB)
[thumbnail of Fulltext] Text (Fulltext)
E021211043-fulll.pdf
Restricted to Repository staff only until 6 October 2027.

Download (3MB)

Abstract (Abstrak)

Latar Belakang: Mattimpa Bubung adalah sebuah tradisi ritual pembersihan sumur yang masih dipertahankan oleh masyarakat Bugis di Desa Bulumpare, Kabupaten Bone. Ritual ini tidak hanya bertujuan membersihkan sumur secara fisik, tetapi juga mengandung simbol-simbol budaya yang mencerminkan nilai spiritual, sosial, dan kearifan lokal. Tujuan penelitian ini yakni untuk menggambarkan bagaimana proses pelaksanaan ritual Mattimpa Bubung dilakukan, serta memahami makna simbolik di balik setiap tahapan dalam tradisi tersebut. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif deskriptif, dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Data dianalisis menggunakan model analisis interaktif Miles dan Huberman, yang mencakup tiga tahapan: reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Untuk memahami simbol dan pengalaman masyarakat dalam ritual ini, penelitian ini menggunakan teori interaksionisme simbolik dan teori fenomenologi sebagai landasan analisis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ritual Mattimpa Bubung terdiri dari serangkaian tahapan, mulai dari persiapan, pelaksanaan pembersihan sumur, hingga doa bersama. Setiap tahap mengandung makna tertentu, seperti ungkapan syukur, permohonan keselamatan, serta penghormatan terhadap leluhur dan alam. Ritual ini juga menjadi sarana memperkuat hubungan sosial antarwarga dan menjaga nilai-nilai budaya yang diwariskan secara turun-temurun. Kesimpulan, Mattimpa Bubung tidak hanya menjadi praktik budaya yang fungsional, tetapi juga mencerminkan cara pandang masyarakat Bugis terhadap kehidupan, alam, dan spiritualitas.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Uncontrolled Keywords: Kata Kunci: Mattimpa Bubung, Makna Simbolik, Tradisi Bugis, Masyarakat Bulumpare, Budaya lokal
Subjects: H Social Sciences > H Social Sciences (General)
Divisions (Program Studi): Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik > Ilmu Komunikasi
Depositing User: Nasyir Nompo
Date Deposited: 24 Jun 2026 05:56
Last Modified: 24 Jun 2026 05:56
URI: http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/56242

Actions (login required)

View Item
View Item