Peran Pemerintah Daerah Dalam Pengembangan Komoditas Unggulan Pertanian Di Kabupaten Enrekang = The Role of the Regional Government in the Development of Leading Agricultural Commodities in Enrekang Regency


ABDILLAH, MUHAMMAD FUAD (2026) Peran Pemerintah Daerah Dalam Pengembangan Komoditas Unggulan Pertanian Di Kabupaten Enrekang = The Role of the Regional Government in the Development of Leading Agricultural Commodities in Enrekang Regency. Skripsi thesis, Universitas Hasanuddin.

[thumbnail of COVER]
Preview
Image (COVER)
E051211049-iXutqz9KRgo3G2a7-20260312141514.jpg

Download (234kB) | Preview
[thumbnail of BAB 1-2] Text (BAB 1-2)
E051211049-1-2.pdf

Download (321kB)
[thumbnail of DAPUS] Text (DAPUS)
E051211049-dp.pdf

Download (654kB)
[thumbnail of FULL TEXT] Text (FULL TEXT)
E051211049-fullll.. BERMASALAH.pdf
Restricted to Repository staff only until 10 March 2028.

Download (2MB)

Abstract (Abstrak)

Muhammad Fuad Abdillah, dibimbing oleh Prof. Dr. A. M. Rusli, M.Si., judul skripsi: Peran Pemerintah Daerah Dalam Pengembangan Komoditas Unggulan Pertanian Di Kabupaten Enrekang. Pengembangan komoditas unggulan pertanian merupakan bagian penting dari strategi pembangunan ekonomi daerah, khususnya di wilayah yang memiliki ketergantungan tinggi terhadap sektor pertanian. Kabupaten Enrekang merupakan salah satu sentra utama produksi bawang merah di Provinsi Sulawesi Selatan dan telah menetapkan komoditas ini sebagai komoditas unggulan daerah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran Pemerintah Kabupaten Enrekang dalam pengembangan bawang merah, dengan fokus pada aspek pemasaran, permodalan, dan infrastruktur pertanian. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi terhadap pemerintah daerah, kelompok tani, serta petani bawang merah. Analisis data dilakukan menggunakan model interaktif Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Pemerintah Kabupaten Enrekang telah berupaya mendukung pemasaran bawang merah melalui promosi dan pembukaan akses pasar antardaerah. Namun, pemasaran di tingkat petani masih didominasi oleh pengepul sehingga posisi tawar petani relatif lemah. Pada aspek permodalan, pemerintah daerah mendorong pemanfaatan Kredit Usaha Rakyat (KUR), tetapi akses petani terhadap pembiayaan formal masih terbatas akibat kendala administratif dan rendahnya pemahaman petani. Sementara itu, pembangunan infrastruktur pertanian telah dilakukan, namun kualitas dan pemerataannya di wilayah sentra bawang merah masih belum optimal dan berdampak pada tingginya biaya distribusi. Penelitian ini menyimpulkan bahwa peran pemerintah daerah perlu diperkuat secara terpadu agar pengembangan bawang merah mampu meningkatkan kesejahteraan petani secara berkelanjutan.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Uncontrolled Keywords: pemerintah daerah, bawang merah, komoditas unggulan, pemasaran, permodalan, infrastruktur.
Subjects: J Political Science > JS Local government Municipal government
Divisions (Program Studi): Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik > Ilmu Pemerintahan
Depositing User: Unnamed user with username pkl2
Date Deposited: 24 Jun 2026 03:31
Last Modified: 24 Jun 2026 03:31
URI: http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/56230

Actions (login required)

View Item
View Item