RANI, SHINTYA DWIPUSPA (2026) POTENSI ANTI OBESITAS BATANG Moringa oleifera L. PADA TIKUS DENGAN DIET TINGGI LEMAK = ANTI-OBESITY OF MORINGA OLEIFERA L. STEM IN HIGH-FAT-DIET-INDUCED OBESITY IN RATS. Thesis thesis, Universitas Hasanuddin.
P062232056-zyHnsKDde0uXmBNt-20260417084431.jpg
Download (33kB) | Preview
P062232056-1-2.pdf
Download (2MB)
P062232056-dp.pdf
Download (183kB)
P062232056-fullll.pdf
Restricted to Repository staff only until 8 April 2028.
Download (903kB)
Abstract (Abstrak)
SHINTYA DWIPUSPA RANI. Potensi antiobesitas batang Moringa oleifera L. pada tikus dengan diet tinggi lemak (dibimbing oleh Marhaen Hardjo dan Syahrijuita Kadir). Latar Belakang. Obesitas merupakan kondisi abnormal, yang dapat meningkatkan risiko kesehatan dan menimbulkan berbagai gangguan metabolik seperti penyakit kardiometabolik, diabetes, dan dislipidemia. Antiobesitas diperlukan untuk mencegah munculnya penyakit-penyakit metabolik dan mengatasi kondisi obesitas ini. Moringa oleifera (kelor) dikenal sebagai tanaman herbal berkhasiat yang memiliki kandungan bioaktif yang telah dilaporkan dapat menjadi antiobesitas, antikanker, antioksidan, antijamur, dan antibakteri. Namun, kajian mengenai bagian batang tanaman kelor masih terbatas. Tujuan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kandungan senyawa aktif yang berpotensi sebagai antiobesitas, aktivitas antioksidan, dan dosis batang tanaman kelor yang efektif untuk potensi antiobesitas secara in vivo. Metode. Studi ini merupakan penelitian in vitro dan in vivo. Ekstrak batang tanaman kelor dianalisis untuk menentukan kandungan senyawa aktif dengan LCMS- MS, kadar fenolik total dan aktivitas antioksidan dengan DPPH, serta uji toksisitas dengan brine shrimp lethality test. Analisis uji potensi antiobesitas secara in vivo menggunakan 24 tikus wistar (Rattus norvegicus) jantan yang diinduksi diet tinggi lemak hingga mencapai body mass index (BMI) obesitas. Hewan uji ini dialokasikan secara acak ke dalam empat kelompok: kontrol negatif (aquadest), kontrol positif (orlistat 20mg/kgBB), ekstrak batang M. oleifera L. dosis 200mg/kgBB, dan ekstrak dosis 400mg/kgBB yang diberikan selama empat minggu. Data diuji untuk melihat signifikansi sebelum (pre) dan setelah (post) intervensi dengan uji t berpasangan atau uji Wilcoxon sesuai distribusi data. Pengujian ANOVA atau Kruskal-Wallis pada kelompok pre dan post dilakukan untuk melihat signifikansi pada kelompok tersebut sesuai distribusi data, dengan hasil signifikan bila nilai p < 0,05. Hasil. Ekstrak batang M. oleifera L. memiliki 18 senyawa aktif yang dimasukkan dalam tujuh golongan bioaktif yang berpotensi sebagai antiobesitas. Kadar fenolik total berbanding lurus dengan kategori aktivitas antioksidan yang kuat. Uji toksisitas menunjukkan ekstrak batang M. oleifera L. bersifat toksik lemah. Pada uji in vivo terlihat hasil yang signifikan (p < 0,05) pada parameter BMI, lingkar perut, dan trigliserida. Sementara itu, kadar kolesterol total, LDL, dan HDL menunjukkan perbaikan walaupun hasilnya tidak signifikan (p > 0,05). Kesimpulan. Ekstrak batang M. oleifera L. memiliki potensi antiobesitas. Dosis 400mg/kgBB menunjukkan hasil yang lebih efektif untuk menurunkan berat badan, perbaikan BMI, lingkar perut, dan kadar trigliserida.
| Item Type: | Thesis (Thesis) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | antiobesitas; Moringa oleifera L.; in vitro; in vivo, profil lipid |
| Subjects: | R Medicine > RM Therapeutics. Pharmacology |
| Divisions (Program Studi): | Program Pascasarjana > Ilmu Biomedik |
| Depositing User: | Unnamed user with username pkl2 |
| Date Deposited: | 11 Jun 2026 06:00 |
| Last Modified: | 11 Jun 2026 06:00 |
| URI: | http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/56079 |
