MAKRUF, ASWAR (2026) ANALISIS HUBUNGAN MORFOMETRI ARTICULATIO GENU TERHADAP KEJADIAN CEDERA LIGAMENTUM CRUCIATUM ANTERIOR (ACL) PADA PASIEN DENGAN TRAUMA LUTUT = ANALYSIS OF THE RELATIONSHIP BETWEEN ARTICULATIO GENU MORPHOMETRY AND THE INCIDENCE OF ANTERIOR CRUCIATE LIGAMENT (ACL) INJURY IN PATIENTS WITH KNEE TRAUMA. Thesis thesis, Universitas Hasanuddin.
P062232046-uRp1ohj0Wktcn9Od-20260421151325.jpg
Download (836kB) | Preview
P062232046-1-2.pdf
Download (1MB)
P062232046-dp.pdf
Download (367kB)
P062232046-fulll.pdf
Restricted to Repository staff only until 17 April 2028.
Download (2MB)
Abstract (Abstrak)
Latar Belakang: Cedera ligamentum cruciatum anterior (ACL) merupakan penyebab umum instabilitas lutut pascatrauma dan secara rutin dievaluasi menggunakan magnetic resonance imaging (MRI). Meskipun geometri intrinsik lutut telah diidentifikasi sebagai faktor predisposisi terjadinya cedera ACL, relevansi klinis penilaian morfometri lutut berbasis MRI masih dilaporkan secara tidak konsisten. Tujuan: Menentukan hubungan antara parameter morfometri lutut tertentu, meliputi Notch Width (NW), Notch Width Index (NWI), Medial dan Lateral Tibial Posterior Slope (MTPS dan LTPS), serta jarak Tibial Tubercle–Trochlear Groove (TT–TG), dengan kejadian cedera ACL pada pasien dengan trauma lutut. Metode: Penelitian ini merupakan studi potong lintang dengan analisis retrospektif terhadap 120 pemeriksaan MRI lutut pada pasien trauma dengan dugaan cedera ACL berusia ≥18 tahun yang diperiksa di Departemen Radiologi RSUP Dr. Wahidin Sudirohusodo, Makassar pada periode tahun 2024-2025. Pengukuran morfometri lutut dilakukan pada bidang MRI yang terstandarisasi. Status ACL diklasifikasikan menjadi sprain, robekan parsial, atau robekan komplet berdasarkan kriteria diagnostik MRI yang telah ditetapkan. Analisis statistik meliputi uji chi-square dan uji regresi logistik untuk mengestimasi hubungan antara parameter morfometri lutut dan cedera ACL, dengan pengendalian faktor perancu seperti usia, jenis kelamin dan indeks massa tubuh. Hasil: Cedera ACL ditemukan pada 85% kasus. Peningkatan MTPS dan LTPS berhubungan signifikan dengan kejadian cedera ACL (masing-masing p = 0,02 dan p = 0,003), sedangkan jarak TT–TG tidak menunjukkan hubungan yang bermakna (p = 0,683). Nilai NWI yang lebih besar menunjukkan efek protektif terhadap kejadian cedera ACL (OR 0,182 95% CI 0,052 – 0,637; p = 0,006). Jenis kelamin perempuan juga berhubungan dengan risiko cedera ACL yang lebih rendah (p = 0,015). Kesimpulan: Parameter morfometri lutut berbasis MRI, khususnya tibial posterior slope dan geometri intercondylar notch, merupakan prediktor pencitraan yang bermakna terhadap kejadian cedera ACL pada pasien dengan trauma lutut. Integrasi analisis morfometri lutut ke dalam penilaian MRI rutin berpotensi meningkatkan stratifikasi risiko berbasis pencitraan serta mendukung upaya pencegahan.
| Item Type: | Thesis (Thesis) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Cedera ACL, morfometri lutut, MRI, notch width index, tibial slope, trauma lutut |
| Subjects: | R Medicine > RD Surgery |
| Divisions (Program Studi): | Program Pascasarjana > Ilmu Biomedik |
| Depositing User: | Unnamed user with username pkl2 |
| Date Deposited: | 11 Jun 2026 05:55 |
| Last Modified: | 11 Jun 2026 05:55 |
| URI: | http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/56078 |
