Pola Kelembagaan Dalam Hilirisasi Teknologi Inovatif Badan Penelitian Dan Pengembangan Pertanian = Institutional Patterns In Downstreaming Innovative Technology Of The Agricultural Research And Development Agency


ZULKIFLI, ZULKIFLI (2026) Pola Kelembagaan Dalam Hilirisasi Teknologi Inovatif Badan Penelitian Dan Pengembangan Pertanian = Institutional Patterns In Downstreaming Innovative Technology Of The Agricultural Research And Development Agency. Disertasi thesis, Universitas Hasanuddin.

[thumbnail of COVER]
Preview
Image (COVER)
P023202005-9zUn1qiGNDWxcM08-20260423170449.png

Download (833kB) | Preview
[thumbnail of BAB 1-2] Text (BAB 1-2)
P023202005-1-2.pdf

Download (1MB)
[thumbnail of DAPUS] Text (DAPUS)
P023202005-dp.pdf

Download (206kB)
[thumbnail of FULL TEXT] Text (FULL TEXT)
P023202005-fulll.pdf
Restricted to Repository staff only until 13 April 2028.

Download (3MB)

Abstract (Abstrak)

Latar Belakang: Ketersediaan teknologi inovatif pertanian menjadi kunci bagi keberhasilan dalam mendukung pembangunan pertanian. Teknologi inovatif pertanian tersebut agar berdaya guna perlu dilakukan hilirisasi kepada pengguna. Pada setiap tahapan hilirisasi terdapat kelembagaan dan aktor yang melekat dalam kelembagaan tersebut. Tujuan: 1. Menganalisis proses hilirisasi teknologi inovatif Badan Litbang Pertanian yang berlangsung dari hulu sampai hilir dan menganalisis pola kelembagaan eksisting dalam proses hilirisasi teknologi inovatif Badan Litbang Pertanian, 2. Menganalisis pengaruh layanan kelembagaan dan logistik teknologi terhadap adopsi teknologi inovatif, 3. Mengembangkan model pola kelembagaan yang ideal untuk mendukung hilirisasi teknologi inovatif yang efektif, 4. Menganalisis peran aktor dari level nasional hingga desa. Metode Penelitian. Analisis data proses hilirisasi inovasi teknologi inovatif dan kelembagaan hilirisasi eksisting dilakukan secara deskriptif kualitatif dan dipertajam dengan Constructive Grounded Theory; pengaruh layanan kelembagaan dan logistik teknologi terhadap adopsi teknologi inovatif dianalisis dengan SEM-LISREL; pola kelembagaan dalam hilirisasi teknologi inovatif dianalisis dengan Interaktif Structural Modeling (ISM), dan untuk menganalisis peran aktor di level nasional hingga desa dilakukan melalui analisis stakeholder. Hasil. 1) Proses hilirisasi teknologi inovatif dari hulu ke hilir melalui tahapan: penyiapan inovasi hasil penelitian di hulu, pengkajian, perakitan, pengembangan, penyebarluasan dan penerapan, yang prosesnya melibatkan kelembagaan formal dan non formal mulai level pusat hingga daerah. Hilirisasi teknologi inovatif dalam prosesnya mempertimbangkan zona agroekologi (AEZ), aspek teknis, aspek ekonomi dan aspek sosial. Respon petani terhadap teknologi budidaya padi relatif lebih tinggi dibandingkan dengan respons petani terhadap teknologi budidaya bawang merah. Hal ini dipengaruhi oleh faktor internal dan faktor eksternal. Faktor internal meliputi: usia, pendidikan, pengalaman usahatani, dan luas lahan yang dimiliki oleh petani, sedangkan faktor eksternal mencakup kerumitan teknologi, aksesibilitas, akses modal, karakteristik teknologi, dan transportasi. 2) Adopsi teknologi varietas unggul bawang merah dipengaruhi secara signifikan oleh layanan kelembagaan, terutama oleh jenis layanan teknologi dan kesesuaian materi layanan teknologi. Adapun logistik teknologi benih varietas unggul bawang merah berpengaruh tidak nyata terhadap adopsi teknologi. 3) Hasil penelitian menemukan bahwa BPTP sebagai driver power (daya pendorong utama paling besar), diikuti BPPSDMP, Ditjen teknis terkait, Badan Litbang Pertanian dan BBP2TP sebagai second driver power. 4) Hasil penelitian menunjukkan peran aktor/stakeholder dalam proses hilirisasi teknologi inovatif Badan Litbang Pertanian terbagi tiga kelompok, yaitu aktor instansi pemerintahan, aktor sektor swasta/BUMN, dan aktor non-institusi. Kesimpulan. Model pola kelembagaan hilirisasi teknologi inovatif yang ideal melibatkan kelembagaan dan aktor dari level pusat hingga daerah. Penelitian menemukan bahwa BPTP sebagai driver power atau penentu terhadap lembaga lainnya dalam keberhasilan hilirisasi teknologi inovatif Badan Litbang Pertanian.

Item Type: Thesis (Disertasi)
Uncontrolled Keywords: kelembagaan; logistik teknologi; hilirisasi; teknologi inovatif; aktor
Subjects: S Agriculture > S Agriculture (General)
Divisions (Program Studi): Program Pascasarjana > Studi Pembangunan
Depositing User: Unnamed user with username pkl2
Date Deposited: 11 Jun 2026 02:33
Last Modified: 11 Jun 2026 02:33
URI: http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/56067

Actions (login required)

View Item
View Item