GUSTIAWATI, LENI (2025) Relasi Kuasa Pada Praktik Penanganan Stunting di Kota Makassar = Power Relations In The Practice Of Handling Stunting In The City Of Makassar. Skripsi thesis, Universitas Hasanuddin.
E043231001-XvrIUiR9M0nj3PZL-20250902143154.jpg
Download (373kB) | Preview
E043231001-1-2.pdf
Download (1MB)
E043231001-dp.pdf
Download (273kB)
E043231001-fullll.pdf
Restricted to Repository staff only until 4 March 2027.
Download (7MB)
Abstract (Abstrak)
Leni Gustiawati. Relasi Kuasa Pada Praktik Penanganan Stunting Di Kota Makassar (dibimbing oleh Suparman Abdullah dan Rahmat Muhammad). Latar Belakang: Penelitian ini berfokus pada Puskesmas di Kota Makassar, sebagai studi kasus dalam menganalisis dinamika relasi kuasa yang terjadi dalam proses reproduksi pengetahuan untuk penanganan stunting, dengan menggunakan teori power-knowledge (kekuasaan-pengetahuan) dari Michel Foucault (2002) karena Relasi kuasa-politik lokal sangat kuat dalam setiap program sosial. Kota Makassar dipilih karena dua alasan: Pertama, memiliki berbagai program preventif di bidang peningkatan pengetahuan. Dalam upaya penanggulangan stunting di Kota Makassar, berbagai inisiatif program dan kebijakan telah dilakukan. Kedua, kemudahan akses penulis karena berdomisili di kota Makassar. Tujuan: Mengklasifikasikan peran masing-masing stakeholder dalam praktik penanganan stunting di Kota Makassar dan menganalisis relasi kuasa dalam praktik penanganan stunting di Kota Makassar. Metode: Penelitian ini menggunakan desain kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Pilihan ini diambil berdasarkan pertimbangan bahwa peneliti ingin mengklasifikasikan dan menganalisis relasi kuasa dalam praktik penanganan stunting di Kota Makassar. Hasil: Relasi kuasa dalam praktik penanganan stunting di Kota Makassar mencerminkan dinamika antar aktor yang terlibat, tantangan dan relasi kuasa dalam hal relasi kuasa pengetahuan, relasi kuasa birokrasi, relasi kuasa ekonomi dan relasi kuasa sosial dalam praktik penanganan stunting di Kota Makassar. Dengan memberikan pengetahuan dan pemahaman tentang stunting disertai interaksi yang sinergis antar struktur dan instansi, pemerintah dapat merancang kebijakan yang adaptif dan responsif terhadap kebutuhan lokal, sementara masyarakat dapat diberdayakan untuk berperan aktif dalam upaya penurunan stunting. Implementasi kebijakan yang efektif memerlukan sinergi antar berbagai sektor dan lapisan masyarakat, memastikan bahwa intervensi tidak hanya sesuai dengan peraturan tetapi juga relevan dan diterima oleh masyarakat setempat. Kesimpulan: Penanganan stunting di Kota Makassar menunjukkan bahwa struktur kebijakan yang kuat dan partisipasi aktif masyarakat merupakan kunci keberhasilan.
| Item Type: | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | kekuatan, keterlibatan pemangku kepentingan, kebijakan stunting, kesehatan anak. |
| Subjects: | H Social Sciences > H Social Sciences (General) |
| Divisions (Program Studi): | Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik > Sosiologi |
| Depositing User: | Nasyir Nompo |
| Date Deposited: | 11 Jun 2026 02:10 |
| Last Modified: | 11 Jun 2026 02:10 |
| URI: | http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/56061 |
