Karakteristik Keterbasahan (Wettability) Kayu Bayam (Intsia bijuga) dan Kayu Gmelina (Gmelina arborea) Bekas Pakai Pada Pelarut Berbasis Air dan Minyak = Wettability Characteristics of Bayam Wood (Intsia bijuga) and Gmelina Wood (Gmelina arborea) Used in Water-Based and Oil-Based Solvents


SYAH, ASHAR RAMADAN (2025) Karakteristik Keterbasahan (Wettability) Kayu Bayam (Intsia bijuga) dan Kayu Gmelina (Gmelina arborea) Bekas Pakai Pada Pelarut Berbasis Air dan Minyak = Wettability Characteristics of Bayam Wood (Intsia bijuga) and Gmelina Wood (Gmelina arborea) Used in Water-Based and Oil-Based Solvents. Skripsi thesis, Universitas Hasanuddin.

[thumbnail of Cover]
Preview
Image (Cover)
M021211015-LQCyNlW4gu6bv2Hr-20251008134325.jpg

Download (188kB) | Preview
[thumbnail of Bab 1-2] Text (Bab 1-2)
M021211015-1-2.pdf

Download (396kB)
[thumbnail of Dapus] Text (Dapus)
M021211015-dp.pdf

Download (158kB)
[thumbnail of Fulltext] Text (Fulltext)
M021211015-fulll.pdf
Restricted to Repository staff only until 7 October 2027.

Download (2MB)

Abstract (Abstrak)

Latar Belakang: Penggunaan kayu sebagai bahan baku tidak tergantikan karena kekuatan dan keindahan tampilannya. Namun, kayu dapat terdegradasi saat digunakan di luar ruangan akibat pengaruh lingkungan fisik, biologis, dan kimia. Keterbasahan kayu, yang merujuk pada kemampuan cairan untuk menyebar dan meresap ke dalam permukaan kayu, memainkan peran penting dalam menentukan kualitas produk akhir, terutama dalam aplikasi pelapisan dan pengecatan. Tujuan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis sifat keterbasahan kayu bekas pakai yang berinteraksi dengan pelarut berbasis air dan minyak, serta untuk memahami bagaimana kondisi permukaan dan jenis pelarut mempengaruhi kemampuan basah kayu. Metode: Pengujian keterbasahan dilakukan dengan metode tetes diam (sessile drop) untuk mengukur sudut kontak. Data pendukung juga dikumpulkan melalui pengujian kadar air, kerapatan, dan daya serap air. Hasil: Kayu bekas pakai menunjukkan sifat keterbasahan yang lebih baik dibandingkan kayu baru saat diuji dengan pelarut berbasis air. Sudut kontak kesetimbangan untuk kayu bayam baru adalah 43.347° dan bekas 36.723°, sedangkan untuk kayu gmelina baru 80.961° dan bekas 22.717°. Nilai penetrasi rata-rata (K) kayu bayam adalah 0.0471 (baru) dan 0.0548 (bekas), sedangkan untuk kayu gmelina adalah 0.0129 (baru) dan 0.0590 (bekas). Kesimpulan: Jenis kayu bayam dan gmelina bekas pakai memiliki kemampuan penetrasi dan kemampuan menyerap cairan yang lebih baik dibandingkan kayu baru, menunjukkan potensi penggunaan kayu bekas dalam aplikasi yang memerlukan perlakuan finishing yang baik.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Uncontrolled Keywords: Keterbasahan, sudut kontak, kayu bekas pakai, bayam, gmelina, nilai K.
Subjects: S Agriculture > SD Forestry
Divisions (Program Studi): Fakultas Kehutanan > Rekayasa Kehutanan
Depositing User: Nasyir Nompo
Date Deposited: 03 Jun 2026 00:34
Last Modified: 03 Jun 2026 00:34
URI: http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/55959

Actions (login required)

View Item
View Item