PONGBATTO', EDDY TRISNO (2025) Kerja Sama Bilateral Indonesia-Kamboja dalam Menanggulangi Human Trafficking dari Indonesia = Indonesia–Cambodia Bilateral Cooperation in Combating Human Trafficking from Indonesia. Skripsi thesis, Universitas Hasanuddin.
E061211056-yFXc4dKPwlahMZm2-20251006092241.jpg
Download (271kB) | Preview
E061211056-1-2.pdf
Download (430kB)
E061211056-dp.pdf
Download (279kB)
E061211056-full.pdf
Restricted to Repository staff only until 2 October 2027.
Download (863kB)
Abstract (Abstrak)
Eddy Trisno Pongbatto, (E061211056), “Kerja Sama Bilateral Indonesia Kamboja dalam Menanggulangi Human Trafficking dari Indonesia”, di bawah bimbingan Drs. M. Imran Hanafi, MA. M.Ec. di Departemen Ilmu Hubungan Internasional, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Hasanuddin, Perdagangan manusia dari Indonesia ke Kamboja dalam beberapa tahun terakhir menunjukkan peningkatan signifikan seiring maraknya industri perjudian online, penipuan daring, dan praktik eksploitasi tenaga kerja di Kamboja. Fenomena ini dipicu oleh keterbatasan lapangan kerja di Indonesia, rendahnya literasi digital, serta lemahnya kesadaran hukum masyarakat yang dimanfaatkan oleh sindikat kriminal transnasional. Penelitian ini bertujuan menjelaskan faktor penyebab terjadinya perdagangan manusia dari Indonesia ke Kamboja serta menilai sejauh mana kerja sama bilateral kedua negara mampu menanggulanginya. Dengan menggunakan metode kualitatif deskriptif melalui analisis data sekunder dari laporan pemerintah, publikasi media, dan dokumen internasional, diperoleh temuan bahwa jumlah korban fluktuatif pada periode 2022–2025, yaitu 425 korban pada 2022, turun drastis menjadi 39 pada 2023, kembali meningkat menjadi 391 pada 2024, dan hingga April 2025 sudah tercatat 82 korban. Fluktuasi ini mencerminkan tarik-menarik antara efektivitas penegakan hukum dan adaptasi sindikat kriminal. Kerja sama bilateral Indonesia–Kamboja terbukti berdampak positif dalam aspek kuratif, terutama penyelamatan dan repatriasi korban, namun belum optimal dalam aspek preventif karena masih bersifat reaktif dan ad hoc. Kesimpulannya, kerja sama kedua negara penting namun perlu diperkuat secara proaktif, komprehensif, dan berkelanjutan agar perlindungan warga negara Indonesia dapat lebih maksimal.
| Item Type: | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Human Trafficking, Indonesia, kamboja, Kerja Sama Bilateral, Transnasional Organized Crime |
| Subjects: | H Social Sciences > H Social Sciences (General) |
| Divisions (Program Studi): | Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik > Ilmu Hubungan Internasional |
| Depositing User: | Nasyir Nompo |
| Date Deposited: | 02 Jun 2026 03:26 |
| Last Modified: | 02 Jun 2026 03:26 |
| URI: | http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/55954 |
