SUARNI S., SUARNI S. (2026) Model Spasial Risiko Wabah DBD di Wilayah Kerja Puskesmas Somba Opu Kecamatan Somba Opu Kabupaten Gowa = Spatial Model of Dengue Fever Outbreak Risk in the Working Area of Somba Opu Health Center, Somba Opu District, Gowa Regency. Thesis thesis, Universitas Hasanuddin.
K062232001-6K9m7qQy0RC1Pahb-20260312143317.jpeg
Download (345kB) | Preview
K062232001-1-2.pdf
Download (352kB)
K062232001-dp.pdf
Download (193kB)
K062232001-fullll.pdf
Restricted to Repository staff only until 12 February 2028.
Download (2MB)
Abstract (Abstrak)
ABSTRAK SUARNI S. Model Spasial Risiko Wabah Dbd di Wilayah Kerja Puskesmas Somba Opu Kecamatan Somba Opu Kabupaten Gowa (dibimbing oleh Prof. dr. Hasanuddin Ishak, M.Sc., Ph.D dan Dr. Syahribulan, M.Si). Latar Belakang. Demam Berdarah Dengue (DBD) merupakan salah satu penyakit endemis yang masih menjadi tantangan kesehatan masyarakat di Indonesia. Tujuan. Penelitian ini bertujuan untuk menyusun model spasial serta mengintegrasikan variabel bahaya (suhu dan kelembapan), kerentanan (kepadatan penduduk), dan kapasitas pengurangan risiko di wilayah kerja Puskesmas Somba Opu, Kabupaten Gowa. Metode. Metode yang digunakan adalah pendekatan analisis spasial dengan pemetaan zona risiko menggunakan data primer dan sekunder, serta analisis overlay untuk menentukan tingkat risiko secara komprehensif. Hasil. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar termasuk dalam skor 2 (26-30 C) sedangkan kelembapan relatif berkisar antara 74–85%, yang didominasi oleh skor 3 (60–80%) kemudian mengindikasikan skor bahaya sebesar 2 hingga 2,5 di domiasi skor tinggi (2,5). Umumnya skor kerentanan tinggi (3) di empat kelurahan yaitu Bonto-bontoa, Batangkaluku, katangka, dan Tombolo. Distribusi spasial kapasitas pengurangan risiko DBD (ABJ dan OI) semuanya kapasitas sedang (skor 1,5). Tiga Kelurahan risiko tinggi terjadi wabah DBD dan tiga risiko rendah. Kesimpulan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa model spasial berbasis bahaya, kerentanan dan kapasitas mampu memberikan gambaran risiko tinggi dan rendah untuk pengendalian DBD secara terarah. Oleh karena itu, integrasi pendekatan spasial dalam sistem pengendalian penyakit berbasis masyarakat sangat direkomendasikan untuk mendukung intervensi preventif yang tepat sasaran. Model ini diharapkan dapat menjadi alat pendukung kebijakan dalam upaya menurunkan angka kejadian DBD secara berkelanjutan. Kata Kunci: DBD, Spasial, Aedes sp., Risiko, GIS, Vektor
| Item Type: | Thesis (Thesis) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | DBD |
| Subjects: | R Medicine > RA Public aspects of medicine > RA0421 Public health. Hygiene. Preventive Medicine |
| Divisions (Program Studi): | Fakultas Kesehatan Masyarakat > Kesehatan Lingkungan |
| Depositing User: | Unnamed user with username pkl2 |
| Date Deposited: | 25 May 2026 05:30 |
| Last Modified: | 25 May 2026 05:30 |
| URI: | http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/55940 |
