AHKAM L, ICHSANUL (2026) DAMPAK KEKERASAN DALAM RUMAH TANGGA TERHADAP KESEHATAN MENTAL PADA KORBAN DI KOTA MAKASSAR =THE IMPACT OF DOMESTIC VIOLENCE ON MENTAL HEALTH IN VICTIMS IN MAKASSAR. Thesis thesis, Universitas Hasanuddin.
K012232021-Bng65MyT8ZLvrhA7-20260310100439.jpeg
Download (92kB) | Preview
K012232021-1-2.pdf
Download (849kB)
K012232021-dp.pdf
Download (378kB)
K012232021-fullll.pdf
Restricted to Repository staff only until 9 February 2028.
Download (2MB)
Abstract (Abstrak)
ABSTRAK ICHSANUL AHKAM L, Dampak Kekerasan Dalam Rumah Tangga Terhadap Kesehatan Mental Pada Korban di Kota Makassar (dibimbing oleh Indra Fajarwati Ibnu dan Shanti Riskiyani) Latar Belakang. Korban Kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) sering mengalami distress psikologis, termasuk kecemasan, depresi, dan disfungsi sosial. Memahami mekanisme koping mereka menjadi kunci untuk merancang intervensi multidisipliner yang mendukung pemulihan dan resiliensi. Studi ini bertujuan mengeksplorasi dampak psikologis KDRT pada korban dan mengidentifikasi mekanisme koping yang digunakan oleh perempuan penyintas di Kota Makassar, Indonesia. Metode. Penelitian menerapkan pendekatan kualitatif fenomenologis dengan wawancara mendalam terhadap tujuh korban KDRT dengan diantaranya 6 perempuan dan 1 laki-laki berusia 21–58 tahun, dengan tambahan informan dari Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) dan shelter komunitas. Status kesehatan mental divalidasi menggunakan General Health Questionnaire-12 (GHQ-12). Data dianalisis secara tematik dengan pengkodean manual dan triangulasi sumber demi menjamin kredibilitas. Hasil. Kondisi kesehatan mental korban mengalami kecemasan ringan dan disfungsi sosial berdasarkan GHQ-12. Kekerasan fisik adalah bentuk yang paling umum, disusul kekerasan psikologis/verbal dan ekonomi. Sikap korban setelah mengalami tindak kekerasan pada respons emosional berupa menangis, menarik diri, dan hilang motivasi. Norma subjektif yang bersifat positif terhadap korban yaitu mendapat dukungan dari kerabat atau keluarga untuk berpisah dengan pasangan serta mendapatkan nasehat sehingga bisa rujuk. Sedangkan norma subjektif yang bersifat negatif, yaitu mendapat tekanan dari keluarga untuk menyelesaikan permasalahan rumah tangganya. Mekanisme koping yang dilakukan oleh korban adalah Koping Problem-Focused (melapor ke polisi, mediasi di unit PPA), disusul Koping Emosional (refleksi spiritual, aktivitas positif), dan Koping Menghindar seperti isolasi atau merokok berlebihan. Kesimpulan. Kekerasan dalam rumah tangga mempengaruhi kesehatan mental korban. Koping berbasis masalah yang didukung norma sosial dan keluarga meningkatkan resiliensi dan pemulihan. Penelitian ini juga menunjukkan bahwa sikap dan norma subjektif yang mempengaruhi pilihan mekanisme koping.
| Item Type: | Thesis (Thesis) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Kekerasan dalam rumah tangga; kesehatan mental; perilaku koping; perempuan; penelitian kualitatif; Indonesia |
| Subjects: | R Medicine > RA Public aspects of medicine > RA0421 Public health. Hygiene. Preventive Medicine |
| Divisions (Program Studi): | Fakultas Kesehatan Masyarakat > Kesehatan Masyarakat |
| Depositing User: | Unnamed user with username pkl2 |
| Date Deposited: | 19 May 2026 01:28 |
| Last Modified: | 19 May 2026 01:28 |
| URI: | http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/55878 |
