ALIFFIANI, NURBETI (2025) Dampak Bantuan KOICA (Korean International Cooperation Agency) Terhadap Upaya Pemerintah Indonesia Dalam Mengendalikan COVID-19 = Analysis of the Impact of KOICA (Korean International Cooperation Agency) Assistance on the Indonesian Government’s Efforts in Controlling COVID-19. Skripsi thesis, Universitas Hasanuddin.
E061201033-DOgUdovjnfqQx9AV-20251007174226.jpg
Download (297kB) | Preview
E061201033-1-2.pdf
Download (492kB)
E061201033-dp.pdf
Download (311kB)
E061201033-full.pdf
Restricted to Repository staff only until 7 November 2027.
Download (2MB)
Abstract (Abstrak)
Penelitian ini menganalisis dampak bantuan pembangunan yang disalurkan oleh Korea International Cooperation Agency (KOICA) kepada Indonesia selama pandemi COVID-19 periode 2020-2022. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif-deskriptif dan kerangka evaluasi enam prinsip OECD-DAC (Relevansi, Koherensi, Efektivitas, Efisiensi, Dampak, dan Keberlanjutan), penelitian ini menilai kontribusi Program ABC KOICA terhadap upaya pengendalian pandemi di Indonesia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi penyaluran bantuan KOICA bersifat adaptif dan terstruktur, berevolusi dari respons darurat (Action on Fragility) pada 2020, seperti penyediaan alat diagnostik RC-PCR dan APD saat lonjakan kasus mencapai 395 per hari pada Mei 2020—ke pembangunan kapasitas (Building Capacity) pada 2021 melalui pelatihan sumber daya manusia dan riset vaksin dengan Kalbe Farma, hingga kerja sama lintas sektor (Comprehensive Cooperation) pada 2022 untuk pemulihan di wilayah rentan seperti Papua dan pekerja migran melalui kemitraan dengan UNDP dan IOM. Berdasarkan evaluasi OECD-DAC, program ini selaras dengan kebutuhan nasional, di mana kontribusinya terlihat pada peningkatan tes PCR hingga 112.965 spesimen, penambahan tempat tidur nasional dari 88.485 ke 91.018 pada 2022 yang menjaga Bed Occupancy Rate (BOR) di 33% meskipun kasus Omicron mencapai 57.049 harian, serta penurunan BOR dari 84% di DKI Jakarta pada Juni 2021, sambil mendukung kebijakan PSBB/PPKM yang menekan Case Fatality Rate (CFR) nasional di 7,6%. Penelitian ini menyimpulkan bahwa bantuan KOICA merupakan intervensi pembangunan yang terukur, yang mendukung ketahanan sistem kesehatan Indonesia di tengah krisis global sekaligus memperkuat hubungan bilateral melalui diplomasi kesehatan.
| Item Type: | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | KOICA, Bantuan Pembangunan, COVID-19, Diplomasi Kesehatan, OECD-DAC |
| Subjects: | H Social Sciences > H Social Sciences (General) |
| Divisions (Program Studi): | Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik > Ilmu Hubungan Internasional |
| Depositing User: | Nasyir Nompo |
| Date Deposited: | 13 May 2026 06:53 |
| Last Modified: | 13 May 2026 06:53 |
| URI: | http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/55862 |
