NUR, M. JABAL (2025) Multiplikasi Tanaman Gerunggang (Cratoxylum arborescens) Asal Bogor Pada Berbagai Media Dasar Kultur Jaringan = Multiplication of Gerunggang (Cratoxylum arborescens) from Bogor on Various Basic Tissue Culture Media. Skripsi thesis, Universitas Hasanuddin.
M021211034-HOVk2F7wfKuWijtZ-20250910181559.jpg
Download (234kB) | Preview
M021211034-1-2.pdf
Download (168kB)
M021211034-dp.pdf
Download (147kB)
M021211034-fullll.pdf
Restricted to Repository staff only until 26 August 2027.
Download (10MB)
Abstract (Abstrak)
M. JABAL NUR. Multiplikasi Tanaman Gerunggang (Cratoxylum arborescens) Asal Bogor Pada Berbagai Media Dasar Kultur Jaringan (dibimbing oleh Iswanto, S.Hut., M.Si. dan Nur A’ida). Latar Belakang. Gerunggang (Cratoxylum arborescens) merupakan tanaman multifungsi yang cocok untuk rehabilitasi lahan dan memiliki aktivitas farmakologis sebagai antikanker. Perbanyakan secara generatif dan vegetatif memiliki kelemahan karena membutuhkan waktu yang lama untuk menghasilkan bibit dalam jumlah besar. Oleh karena itu, perlu ditemukan metode alternatif, yaitu kultur jaringan. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan informasi mengenai media dan konsentrasi zat pengatur tumbuh (ZPT) yang baik untuk multiplikasi gerunggang. Tujuan. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan kombinasi media dasar kultur jaringan (MS, DKW, dan WPM) dan hormon Benzyl Amino Purin (BAP) yang paling efektif dalam mendukung pertumbuhan tinggi, jumlah daun, dan pembentukan tunas tanaman gerunggang secara in vitro. Metode. Penelitian dibagi lima tahap, yaitu: 1) sterilisasi alat dan bahan); 2) pembuatan media; 3) penanaman; 4) menghitung tinggi tanaman, menghitung jumlah tunas, dan jumlah daun. Hasil. Perlakuan P2 (MS + BAP 0,5 ppm) menghasilkan rata-rata tinggi eksplan tertinggi (3,04 cm). Perlakuan P4 (DKW 0) dan P5 (DKW + BAP 0,5 ppm) menghasilkan jumlah daun terbanyak (6,67 helai). Perlakuan dengan penambahan BAP 1 ppm pada semua media (P3, P6, dan P9) memberikan pengaruh terbaik pada penambahan jumlah tunas (rata-rata 2,00 hingga 2,33 buah). Kesimpulan. Jenis media dasar dan konsentrasi hormon BAP berpengaruh signifikan terhadap pertumbuhan gerunggang secara in-vitro. Kombinasi paling optimal adalah perlakuan P2 (MS + BAP 0,5 ppm) karena mampu menghasilkan tinggi eksplan tertinggi, jumlah tunas yang baik, dan jumlah daun yang mendekati maksimum.
| Item Type: | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Kultur jaringan; Gerunggang; Benzyl Amino Purin (BAP); Multiplikasi; In- vitro |
| Subjects: | S Agriculture > SD Forestry |
| Divisions (Program Studi): | Fakultas Kehutanan > Rekayasa Kehutanan |
| Depositing User: | Nasyir Nompo |
| Date Deposited: | 11 May 2026 06:18 |
| Last Modified: | 11 May 2026 06:18 |
| URI: | http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/55788 |
