AGUNG, MUHAMMAD (2025) PREDIKSI LAJU EROSI BERDASARKAN PENUTUPAN LAHAN TAHUN 2022 DAN PROYEKSI TAHUN 2032 DI SUB DAERAH ALIRAN SUNGAI MINRALENG KABUPATEN MAROS PROVINSI SULAWESI SELATAN = EROSION RATE PREDICTION BASED ON LAND COVER 2022 AND 2032 PROJECTION IN MINRALENG SUB WATERSHED MAROS REGENCY SULAWESI PROVINCE. Skripsi thesis, Universitas Hasanuddin.
M012211009-ot1rHvUxFyiTZWY2-20250827161615.jpg
Download (194kB) | Preview
M012211009-1-2.pdf
Download (491kB)
M012211009-dp.pdf
Download (162kB)
M012211009-fullll.pdf
Restricted to Repository staff only until 22 August 2027.
Download (2MB)
Abstract (Abstrak)
Latar Belakang. Perubahan penutupan lahan menjadi salah satu faktor dominan yang mempengaruhi tanah erosi pada suatu lanskap. Alih fungsi lahan hutan menjadi lahan pertanian dan lahan kosong menjadi penyebab meningkatnya erosi tanah. Daerah Aliran Sungai (DAS) Minraleng merupakan salah satu Sub DAS Walanae Hulu yang terletak di Kabupaten Maros. Salah satu permasalahan yang terjadi di Sub DAS Minraleng adalah tutupan lahan dengan berbagai pola pemanfaatan lahan yang kurang baik. Tujuan. Penelitian ini bertujuan untuk memproyeksikan perubahan tutupan lahan pada tahun 2032 menggunakan Plugin Molusce, dan menghitung laju erosi di Sub DAS Minraleng pada tahun 2032 menggunakan Model Soil And Water Assassement Tools (SWAT). Metode. Dalam penelitian ini dibagi menjadi 3 tahapan yakni: 1. Melakukan proyeksi perubahan penutupan lahan tahun 2032. 2. Menghitung laju erosi menggunakan Model SWAT, 3. Membuat arahan rehabilitasi lahan berdasarkan laju erosi. Hasil. Hasil analisis menunjukkan bahwa Pertanian Lahan Kering Campur merupakan sektor yang paling dominan dengan luas 16.173 ha (2022) dan 16.178 ha (2032). Hutan menurun dari 7.295 ha (2022) menjadi 7.291 ha (2032). Luas Permukiman yakni 316 ha (2022) dan 317 ha (2032). Sementara itu, semak belukar seluas 2.200 ha (2022) dan 2.201 ha (2032). Lahan sawah seluas 2.580 ha (2022) bertambah menjadi 2.582 ha (2032). Hasil simulasi Model SWAT diperoleh nilai erosi meningkat dari 45.965 ton/ha/tahun (2022) menjadi 55.125 ton/ha/tahun (2032). Kesimpulan. Hasil ini menunjukkan bahwa, tanpa upaya konservasi yang memadai, risiko degradasi lahan akan terus meningkat seiring waktu.
| Item Type: | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Sub DAS Minraleng, Penutupan Lahan, Erosi, SWAT, Molusce |
| Subjects: | S Agriculture > SD Forestry |
| Divisions (Program Studi): | Fakultas Kehutanan > Kehutanan |
| Depositing User: | Nasyir Nompo |
| Date Deposited: | 11 May 2026 03:09 |
| Last Modified: | 11 May 2026 03:09 |
| URI: | http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/55784 |
