THAMRIN, PUTRI SARIDAYANA (2025) Analisis Tingkat Kerawanan Kekeringan dan Arahan Mitigasi di Daerah Aliran Sungai Bila = Analysis of Drought Vulnerability Levels and Mitigation Directions in The Bila Watershed. Skripsi thesis, Universitas Hasanuddin.
M012222009-B08znbTWOCVyJHc4-20251008103321.jpg
Download (252kB) | Preview
M012222009-1-2.pdf
Download (1MB)
M012222009-dp.pdf
Download (538kB)
M012222009-fulllll.pdf
Restricted to Repository staff only until 3 October 2027.
Download (15MB)
Abstract (Abstrak)
Penelitian-penelitian terdahulu mengenai kekeringan di Sulawesi Selatan umumnya hanya berfokus pada identifikasi wilayah terdampak dan tingkat kekeringan menggunakan indeks-indeks tertentu, namun belum mengkaji tingkat kerawanan secara komperehensif. Selain itu, metode Frequency Ratio (FR) yang terbukti memiliki presisi tinggi dalam pemodelan bencana alam masih jarang diterapkan untuk pemetaan kekeringan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat kerawanan kekeringan serta merumuskan arahan mitigasi di Daerah Aliran Sungai (DAS) Bila, Sulawesi Selatan. Identifikasi kekeringan dilakukan menggunakan nilai Land Surface Temperature (LST) dari citra Landsat 8 periode 2019-2023. Sepuluh variabel lingkungan dianalisis sebagai faktor penyebab, meliputi curah hujan, tekstur tanah, permeabilitas, porositas, penutupan lahan, kepadatan bangunan, hotspot, kerapatan vegetasi (NDVI), kemiringan lereng, dan jarak dari sungai. Pemodelan kerawanan menggunakan metode FR, sedangkan validasi model dilakukan dengan analisis Receiver Operating Characteristic (ROC). Hasil penelitian menunjukkan bahwa 43,25% wilayah DAS terdampak kekeringan dalam periode penelitian dengan 54,67% wilayah berada pada kategori kerawanan sedang hingga sangat tinggi. Wilayah hilir teridentifikasi lebih rentan dibandingkan hulu. Nilai AUC data pelatihan sebesar 0,816 (sangat baik) dan data pengujian sebesar 0,775 (baik) menunjukkan model FR mampu mengenali pola historis kekeringan dengan akurat. Arahan mitigasi difokuskan pada konservasi tanah dan air (KTA) sesuai dengan tingkat kerawanan. Strategi vegetatif seperti penghijauan, agroforestry, dan reboisasi diprioritaskan di hulu, sedangkan di hilir diterapkan pendekatan sipil teknis berupa sumur resapan, biopori, embung, dan drainase. Kawasan permukiman padat direkomendasikan untuk pengembangan ruang terbuka hijau (RTH).
| Item Type: | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | kekeringan; kerawanan; land surface temperature; frequency ratio; das bila |
| Subjects: | S Agriculture > SD Forestry |
| Divisions (Program Studi): | Fakultas Kehutanan > Kehutanan |
| Depositing User: | Nasyir Nompo |
| Date Deposited: | 11 May 2026 03:01 |
| Last Modified: | 11 May 2026 03:01 |
| URI: | http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/55781 |
