DEAPATI, FACHRUNNISA (2026) Determinan Kualitas Hidup Orang dengan HIV/AIDS (ODHIV) di Puskesmas Jumpandang Baru = Determinants of Quality of Life Among People Living with HIV/AIDS (PLHIV) at the Jumpandang Baru Community Health Center. Skripsi thesis, Universitas Hasanuddin.
K011211030-McWSwxfYEZu7gklF-20260312193132.jpg
Download (288kB) | Preview
K011211030-1-2.pdf
Download (673kB)
K011211030-dp.pdf
Download (267kB)
K011211030-fullll.pdf
Restricted to Repository staff only until 9 March 2028.
Download (4MB)
Abstract (Abstrak)
FACHRUNNISA HUMAIRA DEAPATI. Determinan Kualitas Hidup Orang dengan HIV/AIDS (ODHIV) di Puskesmas Jumpandang Baru (dibimbing oleh Rismayanti). Latar belakang: HIV/AIDS masih menjadi masalah kesehatan global dan nasional dengan tren kasus yang terus meningkat, termasuk di Kota Makassar. Puskesmas Jumpandang Baru tercatat memiliki jumlah ODHIV on ARV terbanyak hingga tahun 2024. HIV berdampak pada kondisi fisik, psikologis, sosial, dan kualitas hidup penderitanya. Berbagai faktor seperti lama menderita, kepatuhan terapi ARV, stigma, dukungan sosial, dan efikasi diri terbukti memengaruhi kualitas hidup ODHIV. Tujuan: Mengetahui faktor yang berhubungan dengan kualitas hidup Orang Dengan HIV/AIDS (ODHIV) di Puskesmas Jumpandang Baru. Metode: Penelitian kuantitatif survei analitik dengan desain cross sectional ini melibatkan 119 ODHIV yang dipilih melalui accidental sampling. Penelitian dilaksanakan di Puskesmas Jumpandang Baru. Kuesioner yang digunakan yaitu kuesioner WHOQOL-HIV BREF, kuesioner dukungan sosial dan kuesioner Berger HIV Stigma Scale. Hasil: Sebagian besar responden memiliki kualitas hidup baik (78,15%). Variabel lama menderita (p=0,009), lama terapi (p=0,018), dan stigma (p=0,026) merupakan faktor yang berhubungan dengan kualitas hidup. Sedangkan dukungan sosial (p=0,560) dan tingkat efikasi diri (p=0,096) tidak memiliki hubungan dengan kualitas hidup ODHIV. Hasil analisis juga menemukan bahwa berdasarkan domain kualitas hidup, fisik dan spiritual tidak berhubungan dengan variabel apapun sedangkan psikologis dan lingkungan memiliki hubungan dengan 3 variabel. Kesimpulan: Lama menderita, lama terapi dan stigma berhubungan dengan kualitas hidup. Oleh karena itu, ODHIV diharapkan agar tetap mempertahankan kepatuhan dalam menjalani terapi ARV, menjaga kesehatan fisik dan mental, serta berani mencari dukungan sosial dari keluarga, teman, maupun komunitas. Selain itu, ODHIV juga perlu lebih terbuka dalam mencari bantuan psikososial sehingga mampu menghadapi stigma dan tekanan sosial dengan strategi coping yang lebih positif.
| Item Type: | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Kata Kunci: HIV/AIDS, kualitas hidup, lama menderita, lama terapi, stigma |
| Subjects: | R Medicine > RA Public aspects of medicine > RA0421 Public health. Hygiene. Preventive Medicine |
| Divisions (Program Studi): | Fakultas Kesehatan Masyarakat > Kesehatan Masyarakat |
| Depositing User: | Unnamed user with username pkl2 |
| Date Deposited: | 06 May 2026 03:54 |
| Last Modified: | 06 May 2026 03:54 |
| URI: | http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/55736 |
