ANALISIS GEOSTATISTIK SPASIAL UNTUK MEMPREDIKSI BAHAYA LONGSOR PADA DAS BALEASE DI KABUPATEN LUWU UTARA = SPATIAL GEOSTATISTICAL ANALYSIS FOR PREDICTING LANDSLIDE HAZARD IN THE BALEASE WATERSHED, NORTH LUWU REGENCY


TURAHMANSYAH, AGUS IFTIDAH (2026) ANALISIS GEOSTATISTIK SPASIAL UNTUK MEMPREDIKSI BAHAYA LONGSOR PADA DAS BALEASE DI KABUPATEN LUWU UTARA = SPATIAL GEOSTATISTICAL ANALYSIS FOR PREDICTING LANDSLIDE HAZARD IN THE BALEASE WATERSHED, NORTH LUWU REGENCY. Thesis thesis, UNIVERSITAS HASANUDDIN MAKASSAR.

[thumbnail of Cover]
Preview
Image (Cover)
P032221016-uxisVNjf0dOSlEXv-20260312131219.jpg

Download (70kB) | Preview
[thumbnail of Bab 1-2] Text (Bab 1-2)
P032221016-1-2.pdf

Download (206kB)
[thumbnail of Dapus] Text (Dapus)
P032221016-dp.pdf

Download (82kB)
[thumbnail of Full Teks] Text (Full Teks)
P032221016-fullll.pdf
Restricted to Repository staff only until 26 February 2028.

Download (2MB)

Abstract (Abstrak)

Agus Iftidah Turahmansyah. Analisis Geostatistik Spasial untuk Memprediksi Bahaya Longsor pada DAS Balease di Kabupaten Luwu Utara (Dibimbing oleh Asmita Ahmad dan Andang Suryana Soma) Daerah Aliran Sungai (DAS) Balease di Kabupaten Luwu Utara merupakan wilayah yang memiliki tingkat kerawanan tanah longsor yang tinggi, ditandai dengan kejadian longsor besar pada tahun 2020 yang memicu banjir bandang serta menimbulkan kerugian jiwa dan harta benda. Penelitian ini bertujuan untuk menginventarisasi kejadian tanah longsor, mengidentifikasi faktor-faktor penyebab longsor, menyusun peta bahaya longsor, serta menentukan metode terbaik dalam pemodelan bahaya longsor di DAS Balease. Metode yang digunakan adalah analisis statistik spasial dengan pendekatan Weight of Evidence (WoE) dan Logistic Regression (LR). Inventarisasi kejadian longsor dilakukan melalui interpretasi citra satelit SPOT-6 tahun 2020 dan WorldView-3 tahun 2024, yang menghasilkan 1.832 titik kejadian longsor. Parameter yang digunakan meliputi faktor topografi, hidrologi, geologi, iklim, tanah, dan aktivitas manusia. Validasi model dilakukan menggunakan kurva Area Under Curve (AUC). Hasil penelitian menunjukkan bahwa parameter lereng, curah hujan, stream power index (SPI), litologi, dan landform memiliki pengaruh signifikan terhadap kejadian longsor. Metode WoE menghasilkan nilai AUC sebesar 0,88 (kategori baik), sedangkan metode LR menghasilkan nilai AUC sebesar 0,77 (kategori cukup baik). Dengan demikian, metode WoE dinilai lebih akurat dalam memprediksi bahaya longsor di DAS Balease. Peta bahaya longsor yang dihasilkan diharapkan dapat menjadi dasar dalam perencanaan tata ruang, mitigasi bencana, dan arahan konservasi wilayah rawan longsor di Kabupaten Luwu Utara.

Item Type: Thesis (Thesis)
Uncontrolled Keywords: Geostatistik; Longsor; DAS Balease; Weight of Evidence; Logistic Regression; Luwu
Subjects: S Agriculture > S Agriculture (General)
Divisions (Program Studi): Program Pascasarjana > Pengelolaan Lingkungan Hidup
Depositing User: - Andi Anna
Date Deposited: 05 May 2026 02:05
Last Modified: 05 May 2026 02:05
URI: http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/55678

Actions (login required)

View Item
View Item