JUNAIDI, JUNAIDI (2026) Pendekatan analisis risiko organisme pengganggu tumbuhan (AROPT) untuk penguatan sistem Perkarantinaan Tumbuhan di Kasus di Sulawesi Selatan = Pest Risk Analysis (PRA) Approach for Strengthening the Plant Quarantine System: A Case Study in South Sulawesi. Disertasi thesis, UNIVERSITAS HASANUDDIN MAKASSAR.
P013232002-NBsGMv0hKikpRe4f-20260302135714.jpg
Download (49kB) | Preview
P013232002-1-2.pdf
Download (615kB)
P013232002-dp.pdf
Download (325kB)
P013232002-fullll.pdf
Restricted to Repository staff only until 18 February 2028.
Download (3MB)
Abstract (Abstrak)
JUNAIDI. Pendekatan analisis risiko organisme pengganggu tumbuhan (AROPT) untuk penguatan sistem Perkarantinaan Tumbuhan di Kasus di Sulawesi Selatan (dibimbing oleh Baharuddin dan Ahdin Gassa). Latar Belakang. Peningkatan arus perdagangan komoditas pertanian global, khususnya komoditas impor gandum yang melalui pelabuhan di Sulawesi Selatan, secara signifikan meningkatkan risiko masuk dan tersebarnya Organisme Pengganggu Tumbuhan Karantina (OPTK) ke wilayah Republik Indonesia. Selama ini, sistem perkarantinaan yang sudah diterapkan dinilai masih bersifat umum dan belum mempertimbangkan dinamika risiko spesifik wilayah, padahal temuan lapangan menunjukkan ancaman nyata dari OPTK golongan A1 serta keberadaan bakteri Pantoea Ananatis pada komoditas domestik yang beresiko mengancam ketahanan pangan lokal secara serius. Aim. Penelitian ini bertujuan untuk menyediakan dasar ilmiah yang kuat dalam rangka penguatan kebijakan perkarantinaan melalui analisis risiko yang lebih spesifik bagi wilayah Sulawesi Selatan. Metode. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif-analitis dengan mengintegrasikan data historis dan validasi lapangan. Tahapan penelitian meliputi: (1) identifikasi keragaman OPT/OPTK melalui penelusuran data IQFAST (Indonesia Quarantine Faster, Accurate, Secure, and Transparant) dan hasil laboratorium di Balai Besar Karantina Sulawesi Selatan; (2) pemetaan sebaran OPTK berdasarkan hasil surveilans lapangan di wilayah layanan; serta (3) analisis risiko (AROPT) berdasarkan pedoman standar internasional ISPM No. 2 dan ISPM No. 11. Analisis difokuskan pada penilaian probabilitas masuk, menetap, menyebar, dan besaran dampak ekonomi yang ditimbulkan, khususnya pada komoditas gandum sebagai media pembawa utama. Hasil. Hasil penelitian mengungkapkan adanya risiko tinggi dari masuknya OPTK golongan A1, diantaranya Tilletia laevis, T. tritici, T. conroversa, dan Sitophilus granarius yang terdeteksi pada gandum impor asal negara mitra dagang. Sementara itu, pada komoditas domestik, ditemukan OPTK golongan A2 seperti Pantoea ananatis. Data lapangan juga menginformasi perluasan sebaran hama Bactocera musae dan Phenacoccus manihoti yang menunjukkan bahwa ancaman OPTK di wilayah ini bersifat dinamis dan terus meningkat. Kesimpulan. Analisis risiko menegaskan bahwa gandum merupakan media pembawa risiko tinggi yang berpotensi menimbulkan kerugian ekonomi signifikan jika ridak dimitigasi. Penelitian ini memberikan landasan ilmiah bagi otoritas karantina untuk segera melakukan penguatan kebijakan melalui peningkatan tindakan mitigasi risiko, penguatan fasilitas laboratorium, dan sistem pemantauan berkelanjutan di Sulawesi Selatan.
| Item Type: | Thesis (Disertasi) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Kata kunci: Analisa Risiko, OPTK, Gandum, Sulawesi Selatan, ISPM |
| Subjects: | S Agriculture > S Agriculture (General) |
| Divisions (Program Studi): | Program Pascasarjana > Ilmu Pertanian |
| Depositing User: | - Andi Anna |
| Date Deposited: | 04 May 2026 07:06 |
| Last Modified: | 04 May 2026 07:06 |
| URI: | http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/55648 |
