Kemampuan Disipasi Energi Model Fisik Kolam Olak Di Bawah Pengaruh Variasi Kondisi Muka Air Hilir = Energy Dissipation Capability of a Physical Stilling Basin Model Under the Influence of Varying Tailwater Conditions


WARDANA, RANDI ADITYA (2026) Kemampuan Disipasi Energi Model Fisik Kolam Olak Di Bawah Pengaruh Variasi Kondisi Muka Air Hilir = Energy Dissipation Capability of a Physical Stilling Basin Model Under the Influence of Varying Tailwater Conditions. Skripsi thesis, Universitas Hasanuddin.

[thumbnail of Cover]
Preview
Image (Cover)
D011191117-Cover.jpg

Download (132kB) | Preview
[thumbnail of Bab1-2] Text (Bab1-2)
D011191117-1-2(FILEminimizer).pdf

Download (1MB)
[thumbnail of Dapus] Text (Dapus)
D011191117-dp(FILEminimizer).pdf

Download (151kB)
[thumbnail of Full Text] Text (Full Text)
D011191117-fullll(FILEminimizer).pdf
Restricted to Repository staff only until 7 January 2028.

Download (3MB)

Abstract (Abstrak)

Latar belakang. Bendung merupakan struktur vital dalam manajemen sumber daya air, namun dapat menghasilkan aliran berenergi tinggi yang berpotensi merusak struktur hilir, sehingga diperlukan kolam olak untuk mendisipasi energi melalui loncatan hidraulik. Tujuan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kemampuan disipasi energi sebuah model fisik kolam olak di bawah pengaruh variasi debit, panjang kolam olak, dan ketinggian muka air hilir. Metode. Metode eksperimental laboratorium menggunakan model fisik bendung yang diuji dalam 36 kombinasi perlakuan, terdiri dari 3 variasi debit (Q1, Q2, Q3), 3 variasi panjang kolam olak (Lbasin = 6,12; 9,12; 12,12 cm), dan 4 variasi muka air hilir yang dikontrol ambang (0, 1, 2, 3 cm). Efisiensi peredaman energi (η) dianalisis dari data profil muka air. Hasil. Pada kondisi muka air hilir normal, efisiensi peredaman berbanding lurus dengan panjang kolam olak, mencapai nilai tertinggi 48,89% pada konfigurasi terpanjang (basin 3) dengan debit terendah. Sebaliknya, peningkatan muka air hilir menurunkan efisiensi secara drastis pada semua konfigurasi. Pada kondisi perendaman tertinggi (ambang 3 cm), efisiensi untuk semua desain menjadi hampir sama pada tingkat rendah sekitar 22-23%, menghilangkan keunggulan hidraulik dari kolam olak yang lebih panjang. Kesimpulan. Efektivitas geometris sebuah kolam olak sangat bergantung pada kondisi hidraulik hilir, di mana muka air hilir yang tinggi menjadi faktor pengendali dominan yang menekan mekanisme disipasi energi dan mengesampingkan optimasi desain berbasis panjang.

Keyword : disipasi energi, kolam olak, loncatan hidraulik, model fisik, muka air hilir, bendung.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Uncontrolled Keywords: Energy dissipation, stilling basin, hydraulic jump, physical model, tailwater, weir.
Subjects: T Technology > TA Engineering (General). Civil engineering (General)
Divisions (Program Studi): Fakultas Teknik > Teknik Sipil
Depositing User: Rasman
Date Deposited: 04 May 2026 03:56
Last Modified: 04 May 2026 03:56
URI: http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/55625

Actions (login required)

View Item
View Item