NURFAIDAH, NURFAIDAH (2025) EFEKTIFITAS EKSTRA DAUN ASAM JAWA (TAMARINDUS INDICA L) TERHADAP PENYEMBUHAN LUKA PADA TIKUS PUTIH BETINA (RATTUS NORVEGICUS) = EFFECTIVENESS OF TAMINA LEAF EXTRACT (TAMARINDUS INDICA L) ON WOUND HEALING IN FEMALE WHITE RATS (RATTUS NORVEGICUS). Thesis thesis, Universitas Hasanuddin.
P102241015-xmP0BRYNMl3FOu7G-20251218084345.jpg
Download (490kB) | Preview
P102241015-1-2.pdf
Download (664kB)
P102241015-dp.pdf
Download (179kB)
P102241015-fullll.pdf
Restricted to Repository staff only until 8 December 2027.
Download (2MB)
Abstract (Abstrak)
ABSTRAK Nurfaidah :Efektifitas esktrak daun asam jawa ( Tamrindus indica L ) Terhadap penyembuhan luka terhadap tikus putih betina (Dibimbing oleh Elly Wahyudin dan Mardiana Ahmad) Latar belakang: Luka merupakan kerusakan jaringan tubuh akibat trauma yang memerlukan perawatan optimal untuk mencegah komplikasi dan mempercepat penyembuhan. Penggunaan obat sintetik seperti antiseptik dan antibiotik dalam jangka panjang dapat menimbulkan efek samping, sehingga diperlukan alternatif berbasis bahan alam. Daun asam jawa (Tamarindus indica L.) diketahui mengandung senyawa flavonoid, tanin, saponin, dan triterpenoid yang berpotensi mempercepat penyembuhan luka melalui aktivitas antiinflamasi, antibakteri, dan antioksidan. Tujuan : Menganalisis efektivitas salep ekstrak daun asam jawa konsentrasi (10%, 15%, dan 20%) terhadap proses penyembuhan luka sayat pada tikus putih betina (Rattus norvegicus). Metode: Penelitian eksperimental menggunakan 30 ekor tikus yang dibagi ke dalam enam kelompok, yaitu kontrol negatif (salep dasar), kontrol positif (Betadin dan Bioplacenton), serta tiga kelompok perlakuan (salep ekstrak daun asam jawa 10%, 15%, dan 20%). Penilaian dilakukan secara makroskopis menggunakan skala REEDA dan mikroskopis melalui pemeriksaan histopatologi. Data dianalisis dengan uji Kruskal-Wallis dan Mann-Whitney. Hasil : Kelompok salep ekstrak daun asam jawa 20% memiliki waktu penyembuhan tercepat dengan median 7 hari, lebih baik dibandingkan Bioplacenton (8 hari), Betadin (9 hari), ekstrak 15% (11 hari), ekstrak 10% (12 hari), dan kontrol negatif (14 hari). Analisis histopatologi menguatkan temuan tersebut, di mana kelompok 20% menunjukkan re-epitelisasi optimal, aktivitas kolagenisasi tinggi, tanpa adanya nekrosis, serta remodeling jaringan yang baik. Kesimpulan: Salep ekstrak daun asam jawa 20% terbukti paling efektif dalam mempercepat penyembuhan luka sayat pada tikus putih betina dibandingkan konsentrasi lebih rendah maupun kontrol. Hasil ini mendukung potensi daun asam jawa sebagai terapi komplementer berbasis herbal, meskipun uji klinis pada manusia masih diperlukan untuk memastikan keamanan dan efektivitasnya.
| Item Type: | Thesis (Thesis) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Kata kunci: Tamarindus indica L., daun asam jawa, salep herbal, penyembuhan luka, tikus putih betina. |
| Subjects: | R Medicine > RM Therapeutics. Pharmacology |
| Divisions (Program Studi): | Program Pascasarjana > Ilmu Kebidanan |
| Depositing User: | Unnamed user with username pkl2 |
| Date Deposited: | 04 May 2026 02:39 |
| Last Modified: | 04 May 2026 02:39 |
| URI: | http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/55594 |
