SUPRIADI, TRIANDINI (2025) Perbandingan Endothelin-1 Urin dan Endothelin-1 Plasma pada Kelompok Remaja dan Dewasa Obesitas dan Non-Obesitas = Comparison of Urinary Endothelin-1 and Plasma Endothelin-1 Levels in Obese and Nonobese Adolescent and Adult Groups. Thesis thesis, Universitas Hasanuddin.
P062231001-FHZgyBvGEsR0a5cn-20260120165457.jpg
Download (315kB) | Preview
P062231001-1-2.pdf
Download (358kB)
P062231001-dp.pdf
Download (233kB)
P062231001-fullll.pdf
Restricted to Repository staff only until 22 December 2027.
Download (2MB)
Abstract (Abstrak)
Latar belakang. Obesitas merupakan masalah kesehatan global yang terus meningkat dan memengaruhi individu dari berbagai kelompok usia. Hipoksia jaringan adiposa pada obesitas memicu pelepasan sitokin inflamasi dan peningkatan endotelin-1 (ET-1), suatu vasokonstriktor kuat yang berperan dalam disfungsi endotel, cedera vaskular, dan gangguan fungsi ginjal. Tujuan. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi variasi kadar ET-1 dan tekanan darah pada remaja serta dewasa obesitas dan non-obesitas sebagai biomarker potensial gangguan vaskular ginjal. Metode. Penelitian potong lintang ini melibatkan 61 subjek remaja (usia 14–17 tahun) dan 60 subjek dewasa (usia 18–25 tahun) yang diklasifikasikan sebagai obesitas (IMT ≥ 25 kg/m2) dan non-obesitas (IMT 18,5 – 22,9 kg/m2) berdasarkan kriteria World Health Organization Asia-Pasifik. Kadar ET-1 plasma dan urin diukur menggunakan metode ELISA. Tekanan darah sistolik dan diastolik diukur sebagai parameter hemodinamik. Analisis statistik dilakukan untuk membandingkan perbedaan antar kelompok usia dan status obesitas. Hasil. Kadar ET-1 urin cenderung lebih tinggi pada kelompok obesitas di kedua kelompok usia, meskipun perbedaannya tidak bermakna secara statistik. Remaja obesitas memiliki kadar ET-1 plasma yang meningkat secara signifikan dibandingkan remaja non-obesitas (p < 0,05), sedangkan pada kelompok dewasa tidak ditemukan perbedaan yang bermakna. Tekanan darah sistolik dan diastolik pada seluruh kelompok obesitas lebih tinggi dibandingkan non-obesitas (p < 0,05). Remaja obesitas menunjukkan tekanan darah sistolik 127,94 ± 11,10 mmHg dan diastolik 79,74 ± 8,57 mmHg, sedangkan remaja non-obesitas 111,97 ± 8,48 mmHg dan 71,47 ± 7,77 mmHg. Pada dewasa obesitas, tekanan darah sistolik 118,33 ± 15,73 mmHg dan diastolik 80,20 ± 10,64 mmHg, lebih tinggi dibanding dewasa non-obesitas 106,00 ± 10,03 mmHg dan 72,57 ± 6,30 mmHg. Kesimpulan. Terdapat perbedaan kadar ET-1 pada kelompok remaja dan dewasa obesitas dan non-obesitas, walaupun tidak signifikan. Akan tetapi, terdapat perbedaan signifikan tekanan darah pada kelompok obesitas dan non-obesitas yang menandakan adanya hubungan antara peningkatan tekanan darah dengan obesitas dan perubahan kadar ET-1. Korelasi antara kadar ET-1 plasma dan ET-1 urin tidak menunjukkan signifikansi.
| Item Type: | Thesis (Thesis) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | ET-1 Urin, ET-1 Plasma, Obesitas, Disfungsi Endotel, Gangguan Ginjal |
| Subjects: | Q Science > QP Physiology |
| Divisions (Program Studi): | Program Pascasarjana > Ilmu Biomedik |
| Depositing User: | Unnamed user with username pkl2 |
| Date Deposited: | 04 May 2026 01:08 |
| Last Modified: | 04 May 2026 01:08 |
| URI: | http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/55582 |
