SANTOSO, RYAN (2026) STRATEGI PENGENDALIAN PERUBAHAN PENGGUNAAN LAHAN SERTA IMPLIKASINYA TERHADAP RESPON HIDROLOGI DAN EROSI DI SUB DAS TANRALILI, SULAWESI SELATAN = STRATEGIES FOR CONTROLLING LAND USE CHANGE AND THEIR IMPLICATIONS FOR HYDROLOGICAL RESPONSE AND EROSSION IN THE TANRALILI SUB-WATERSHED, SOUTH SULAWESI. Thesis thesis, Universitas Hasanuddin.
P032211005-4bYfIGnAWkEVa3BR-20260121012804.jpg
Download (491kB) | Preview
P032211005-1-2.pdf
Download (413kB)
P032211005-dp.pdf
Download (53kB)
P032211005-fullll.pdf
Restricted to Repository staff only until 30 January 2028.
Download (3MB)
Abstract (Abstrak)
Ryan Santoso. Strategi Pengendalian Perubahan Penggunaan Lahan Serta Implikasinya Terhadap Respon Hidrologi dan Erosi di SUB-DAS Tanralili Sulawesi Selatan (Dibimbing oleh Hazairin Zubair dan Andang Suryana Soma) Latar Belakang: Intensitas pembangunan dan pertumbuhan penduduk menimbulkan tekanan signifikan terhadap penggunaan lahan di Daerah Aliran Sungai (DAS), termasuk di wilayah Sub DAS Tanralili. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk (1) menganalisis dinamika perubahan penggunaan lahan Sub DAS Tanralili tahun 2018–2023, (2) memprediksi perubahan penggunaan lahan tahun 2028 dan 2033, (3) mengetahui implikasi perubahan penggunaan lahan terhadap respon hidrologi di Sub DAS Tanralili, dan (4) merumuskan skenario pengendalian perubahan penggunaan lahan. Metode: Data spasial penggunaan lahan diperoleh melalui interpretasi visual Citra Satelit Sentinel, informasi perubahan lahan melalui analisis tumpang susun spasial, prediksi penggunaan lahan menggunakan permodelan spasial Land Change Modeler (LCM) dengan metode Artificial Neural Network (ANN), analisis respon hidrologi menggunakan metode Soil and Water Assessment Tool (SWAT). Hasil: Hasil penelitian menunjukkan enam klasifikasi penggunaan lahan meliputi hutan, lahan terbangun, pertanian lahan basah, pertanian lahan kering, semak belukar, dan tubuh air, dengan luas total perubahan lahan sebesar 4,4% dari total luas wilayah Sub DAS. Pada periode tahun 2018–2023, penggunaan lahan hutan dan semak belukar mengalami penurunan, sementara lahan terbangun dan pertanian lahan kering meningkat. Hasil prediksi perubahan penggunaan lahan tahun 2028–2033 menunjukkan penurunan luas hutan dan pertanian lahan basah, serta peningkatan signifikan pertanian lahan kering. Kesimpulan: Skenario Pembatasan Area Perubahan (SPAP) berbasis RTRW terbukti efektif menekan laju perubahan lahan sekaligus memperbaiki keseimbangan respon hidrologi. Rekomendasi pengendalian meliputi pembatalan izin lokasi, disinsentif fiskal, pembatasan infrastruktur, kompensasi, penalti, serta relokasi.
| Item Type: | Thesis (Thesis) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Kata Kunci: ANN, Perubahan Lahan, Permodelan Spasial, Sub DAS Tanralili, SWAT |
| Subjects: | G Geography. Anthropology. Recreation > GB Physical geography |
| Divisions (Program Studi): | Program Pascasarjana > Pengelolaan Lingkungan Hidup |
| Depositing User: | Unnamed user with username pkl2 |
| Date Deposited: | 30 Apr 2026 06:56 |
| Last Modified: | 30 Apr 2026 06:56 |
| URI: | http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/55550 |
