Pemanfaatan Air Limbah Peternakan Sebagai Media Pertumbuhan Mikroalga = Utilization of Livestock Wastewater as a Growth Medium for Microalgae


PAKAMBANAN, NATALIA (2025) Pemanfaatan Air Limbah Peternakan Sebagai Media Pertumbuhan Mikroalga = Utilization of Livestock Wastewater as a Growth Medium for Microalgae. Skripsi thesis, UNIVERSITAS HASANUDDIN.

[thumbnail of Cover]
Preview
Image (Cover)
D131211015-cover.jpg

Download (303kB) | Preview
[thumbnail of Bab 1-2] Text (Bab 1-2)
D131211015-bab 1-2.pdf

Download (1MB)
[thumbnail of Dapus] Text (Dapus)
D131211015-dapus.pdf

Download (173kB)
[thumbnail of Full Text] Text (Full Text)
D131211015-full text.pdf
Restricted to Repository staff only until 19 August 2027.

Download (5MB)

Abstract (Abstrak)

Air limbah peternakan memberikan kontribusi pada pencemaran di badan air. Hal ini disebabkan kurangnya penyediaan fasilitas pengolahan air limbah yang terjangkau dan mudah diakses sehingga peternak langsung membuang air limbahnya ke lingkungan. Kementerian Kesehatan memastikan bahwa sebagian besar air limbah peternakan di Indonesia belum diolah dengan baik sebelum dibuang ke lingkungan. Air limbah peternakan memiliki kandungan bahan organik dan anorganik seperti Biochemical Oxygen Demand (BOD), Chemical Oxygen Demand (COD), Total Suspended Solid (TSS), Posfat, dan Nitrogen yang dapat mengganggu keseimbangan lingkungan. Oleh karena itu, dilakukan penelitian pengolahan air limbah peternakan skala laboratorium menggunakan mikroalga dalam fotobioreaktor. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui untuk menganalisis pengaruh cahaya terhadap efisiensi pertumbuhan mikroalga. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode eksperimen untuk mengkaji efektivitas mikroalga Spirulina platensis dalam pengolahan air limbah peternakan. Eksperimen dilakukan selama 8 hari menggunakan fotobioreaktor berkapasitas 50 liter. Setiap fotobioreaktor diisi dengan campuran 50% mikroalga Spirulina platensis dan 50% air limbah domestik. Variasi perlakuan yang diberikan adalah intensitas cahaya pada tiga tingkat 3000 lux, 4000 lux, dan 5000 lux. Ketiga variasi cahaya mengalami puncak pertumbuhan pada hari keempat kultur untuk ketiga perlakuan. 5000 lux menjadi intesitas cahaya yang optimal dalam pertumbuhan mikroalga karena semakin tinggi cahaya semakin mempercepat penyerapan fotosintesis untuk mikroalga. Intensitas cahaya sangat menentukan banyaknya jumlah energi cahaya yang diterima oleh fitoplankton pada saat dikultur dan jumlah energi cahaya yang diterima fitoplankton mempengaruhi pertumbuhan populasi.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Uncontrolled Keywords: Air limbah peternakan; Mikroalga Spirulina Plantesis; Variasi Intensitas cahaya; Kepadatan sel
Subjects: T Technology > TD Environmental technology. Sanitary engineering
Divisions (Program Studi): Fakultas Teknik > Teknik Lingkungan
Depositing User: stfathirah s
Date Deposited: 23 Apr 2026 01:40
Last Modified: 23 Apr 2026 01:40
URI: http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/55538

Actions (login required)

View Item
View Item