UJI EFEKTIFITAS EKSTRAK DAUN SIRIH DAN DAUN MIMBA UNTUK MENGHAMBAT PERTUMBUHAN FUSARIUM OXYSPORUM SECARA IN VITRO = EFFECTIVENESS TEST OF BETEL LEAF AND NEEM LEAF EXTRACTS TO INHIBIT THE GROWTH OF FUSARIUM OXYSPORUM IN VITRO


FATIMAH, ANISAH (2026) UJI EFEKTIFITAS EKSTRAK DAUN SIRIH DAN DAUN MIMBA UNTUK MENGHAMBAT PERTUMBUHAN FUSARIUM OXYSPORUM SECARA IN VITRO = EFFECTIVENESS TEST OF BETEL LEAF AND NEEM LEAF EXTRACTS TO INHIBIT THE GROWTH OF FUSARIUM OXYSPORUM IN VITRO. Thesis thesis, Universitas Hasanuddin.

[thumbnail of DAPUS]
Preview
Image (DAPUS)
G061211069-0AYvTrB3uIpJ5mex-20260302172033.jpg

Download (242kB) | Preview
[thumbnail of BAB 1-2] Text (BAB 1-2)
G061211069-1-2.pdf

Download (329kB)
[thumbnail of DAPUS] Text (DAPUS)
G061211069-dp.pdf

Download (170kB)
[thumbnail of FULL TEXT] Text (FULL TEXT)
G061211069-fulll.pdf
Restricted to Repository staff only until 31 January 2028.

Download (1MB)

Abstract (Abstrak)

ANISAH FATIMAH. Uji efektivitas ekstrak daun sirih dan daun mimba untuk menghambat pertumbuhan Fusarium oxysporum secara in vitro (dibimbing oleh Tutik Kuswinanti). Latar belakang. Fusarium oxysporum merupakan patogen penting yang dapat menyebabkan kerusakan pada buah cabai besar (Capsicum annuum L.), sehingga menurunkan kualitas dan kuantitas hasil panen. Penggunaan fungisida sintetik secara terus-menerus berpotensi menimbulkan dampak negatif terhadap lingkungan dan kesehatan, sehingga diperlukan alternatif pengendalian yang lebih aman dan ramah lingkungan, salah satunya melalui pestisida nabati. Tujuan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas ekstrak daun sirih, daun mimba, dan kombinasinya dalam menghambat pertumbuhan F. oxysporum serta menekan intensitas serangan pada buah cabai besar. Metode. Penelitian dilaksanakan di Laboratorium Penyakit Tumbuhan, Departemen Hama dan Penyakit Tumbuhan, Fakultas Pertanian Universitas Hasanuddin dengan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri atas empat perlakuan, yaitu kontrol (P0), ekstrak daun sirih (P1), ekstrak daun mimba (P2), dan kombinasi keduanya (P3), masing-masing diulang lima kali. Parameter yang diamati meliputi berat basah dan berat kering miselium, luas bercak, intensitas serangan, dan efektivitas penghambatan. Data dianalisis menggunakan ANOVA dan dilanjutkan dengan uji BNT 5%. Hasil. Penelitian menunjukkan bahwa seluruh perlakuan ekstrak berpengaruh nyata dalam menekan pertumbuhan F. oxysporum. Pada uji media cair, ekstrak daun sirih dan kombinasi menghasilkan nilai rata-rata berat basah masing-masing 93,71% dan 93,70% serta berat kering 100%, menunjukkan penghambatan miselium yang lebih efektif dibandingkan daun mimba. Perlakuan daun mimba memiliki nilai rata-rata berat basah 18,08% dan berat kering 29,21%, yang menunjukkan pertumbuhan miselium lebih tinggi. Pada uji buah, ekstrak daun mimba memiliki efektivitas tertinggi sebesar 76,19%, diikuti kombinasi sirih–mimba 61,90%, sedangkan ekstrak daun sirih menunjukkan efektivitas terendah yaitu 42,86%. Kesimpulan. Ekstrak daun sirih, daun mimba, dan kombinasinya terbukti efektif dalam menghambat perkembangan F. oxysporum pada buah cabai besar, dengan ekstrak daun mimba sebagai perlakuan paling efektif, sehingga berpotensi digunakan sebagai fungisida nabati alternatif yang ramah lingkungan dalam sistem pertanian berkelanjutan. Kata kunci: berat basah; berat kering; cabai besar; pestisida nabati; uji buah.

Item Type: Thesis (Thesis)
Uncontrolled Keywords: keyword1, keyword2
Subjects: S Agriculture > SB Plant culture
Divisions (Program Studi): Fakultas Pertanian > Proteksi Tanaman
Depositing User: Unnamed user with username pkl2
Date Deposited: 30 Apr 2026 05:43
Last Modified: 30 Apr 2026 05:43
URI: http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/55536

Actions (login required)

View Item
View Item