Induksi Kalus Tembesu (Fagreae Fragrans Roxb.) Secara In Vitro = In Vitro Callus Induction of Tembesu (Fagreae Fragrans Roxb.)


HANDAYANI, FITRI (2026) Induksi Kalus Tembesu (Fagreae Fragrans Roxb.) Secara In Vitro = In Vitro Callus Induction of Tembesu (Fagreae Fragrans Roxb.). Skripsi thesis, Universitas Hasanuddin.

[thumbnail of Cover]
Preview
Image (Cover)
M021211052-Cover.jpeg

Download (58kB) | Preview
[thumbnail of Bab1-2] Text (Bab1-2)
M021211052-1-2(FILEminimizer).pdf

Download (286kB)
[thumbnail of Dapus] Text (Dapus)
M021211052-dp(FILEminimizer).pdf

Download (160kB)
[thumbnail of Full Text] Text (Full Text)
M021211052-fulll(FILEminimizer).pdf
Restricted to Repository staff only until 5 February 2028.

Download (931kB)

Abstract (Abstrak)

Fitri Handayani. Induksi Kalus Tembesu (Fagreae Fragrans Roxb.) Secara In Vitro. (dibimbing Oleh Gusmiaty) Tembesu (Fagraea fragrans Roxb.) merupakan pohon bernilai ekonomi tinggi yang populasinya terus menurun di alam, sehingga diperlukan teknik perbanyakan bibit secara cepat melalui kultur jaringan. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan formulasi zat pengatur tumbuh (ZPT) BAP dan 2,4-D yang paling efektif dalam menginduksi kalus tembesu secara in vitro serta mengevaluasi kualitas kalus yang dihasilkan. Penelitian dilaksanakan di Laboratorium Bioteknologi dan Pemuliaan Pohon, Universitas Hasanuddin, mulai April hingga Oktober 2025. Metode yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) faktor tunggal dengan 10 perlakuan konsentrasi ZPT yang diulang sebanyak 3 kali. Eksplan yang digunakan berasal dari planlet tanaman tembesu yang ditanam pada media dasar Murashige and Skoog (MS) dengan formulasi ZPT 2,4-D (3; 3,5; dan 4 ppm) serta BAP (0,5; 0,75; dan 1 ppm). Parameter yang diamati meliputi waktu tumbuh kalus, warna kalus, tekstur kalus, serta persentase eksplan hidup dan mati. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hampir semua perlakuan mampu menginduksi kalus pada rata-rata 15 hari setelah tanam (HST). Perlakuan IK3 (MS + 4 ppm 2,4-D + BAP 0,5 ppm), IK5 (MS + 3,5 ppm 2,4-D + BAP 0,75 ppm), dan IK6 (MS + 4 ppm 2,4-D + BAP 0,75 ppm) merupakan konsentrasi paling efektif dengan persentase keberhasilan hidup mencapai 100% dan pertumbuhan kalus yang konsisten. Secara khusus, perlakuan IK6 (MS + 4 ppm 2,4-D + 0,75 ppm BAP) merupakan perlakuan terbaik berdasarkan pertumbuhan dan berat kalus. Kalus yang dihasilkan didominasi oleh tekstur kompak dan warna yang bervariasi mulai dari kuning keabuan, kuning kehijauan, hingga hijau keabuan. Tekstur kompak ini menunjukkan kualitas kalus yang baik untuk pengembangan lebih lanjut dalam produksi metabolit sekunder maupun regenerasi tanaman.

Keyword : Tembesu, Induksi Kalus, In Vitro, 2,4-D, BAP.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Uncontrolled Keywords: Tembesu, Callus Induction, In Vitro, 2,4-D, BAP.
Subjects: S Agriculture > SD Forestry
Divisions (Program Studi): Fakultas Kehutanan > Rekayasa Kehutanan
Depositing User: Rasman
Date Deposited: 30 Apr 2026 05:40
Last Modified: 30 Apr 2026 05:40
URI: http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/55533

Actions (login required)

View Item
View Item