MARINSA, INNEKS DWI (2026) KEANEKARAGAMAN DAN KELIMPAHAN MAKROFAUNA TANAH PADA HUTAN PRIMER DAN HUTAN SEKUNDER DI KECAMATAN TINGGIMONCONG KABUPATEN GOWA = DIVERSITY AND ABUNDANCE OF SOIL MACROFAUNA IN PRIMARY AND SECONDARY FORESTS IN TINGGIMONCONG DISTRICT, GOWA REGENCY. Thesis thesis, Universitas Hasanuddin.
G051211006-vm8uK92wlxhHsQ0U-20260226132343.jpg
Download (377kB) | Preview
G051211006-1-2.pdf
Download (361kB)
G051211006-dp.pdf
Download (119kB)
G051211006-fulll.pdf
Restricted to Repository staff only until 12 February 2028.
Download (1MB)
Abstract (Abstrak)
INNEKS DWI MARINSA. Keanekaragaman dan Kelimpahan Makrofauna Tanah pada Hutan Primer dan Hutan Sekunder di Kecamatan Tinggimoncong Kabupaten Gowa. (dibimbing oleh Risky Nurhikmayani) Latar belakang. Konversi hutan primer menjadi hutan sekunder dapat menimbulkan perubahan signifikan pada lingkungan tanah yang mempengaruhi struktur komunitas makrofauna. Tujuan. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengidentifikasi keanekaragaman dan kelimpahan jenis makrofauna tanah pada hutan primer dan hutan sekunder di Kecamatan Tinggimoncong, Kabupaten Gowa serta pengaruh sifat fisik dan kimia tanah terhadap kelimpahan makrofauna tanah. Metode. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode monolit dengan 2 titik pengambilan sampel, setiap titik dengan 3 kali ulangan. Makrofauna yang diperoleh selanjutnya dipisahkan secara hand sorting dan di identifikasi jenisnya. Analisis C-Organik, N-Total, pH, suhu, kadar air dan tekstur tanah. Hasil. Pada hutan lokasi hutan primer ditemukan 13 famili. Pada hutan sekunder 5 famili. Kelimpahan makrofauna tanah pada hutan sekunder didominasi oleh formicidae 138,66 individu/m2 dengan kelimpahan relatif 49,05%. Kelimpahan makrofauna pada hutan primer didominasi oleh lumbricidae 218,66 individu/m2 dengan kelimpahan relatif 44,05%. Kesimpulan. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilaksanakan, maka dapat disimpulkan bahwa sifat fisik dan kimia tanah mempengaruhi keberadaan makrofauna tanah. keanekaragaman dan kelimpahan makrofauna tanah pada hutan primer lebih tinggi dibandingkan pada hutan sekunder. Pada hutan primer nilai keanekaragaman makrofauna yaitu H’=1,39 dan nilai kelimpahan populasi yaitu 496 indivudu/m2, sedangkan pada hutan sekunder nilai keanekaragaman makrofauna tanah yaitu H’=1,22 dan nilai kelimpahan populasi yaitu 282,66 indivudu/m2.
| Item Type: | Thesis (Thesis) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | fauna tanah, indeks keragaman, indeks dominasi. |
| Subjects: | S Agriculture > SD Forestry |
| Divisions (Program Studi): | Fakultas Pertanian > Ilmu Tanah |
| Depositing User: | Unnamed user with username pkl2 |
| Date Deposited: | 30 Apr 2026 01:53 |
| Last Modified: | 30 Apr 2026 01:53 |
| URI: | http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/55522 |
