YANTI, PIRKA (2026) Peran Perempuan dalam Pengelolaan Hutan Kemasyarakatan (HKm): Studi Kasus KTH Sari Hutan di Kelurahan Bokin, Kecamatan Rantebua, Kabupaten Toraja Utara = Women's Role in Community Forest Management (HKm): A Case Study of KTH Sari Hutan in Bokin Village, Rantebua District, North Toraja Regency. Skripsi thesis, Universitas Hasanuddin.
M011221199-Cover.png
Download (180kB) | Preview
M011221199-1-2(FILEminimizer).pdf
Download (196kB)
M011221199-dp(FILEminimizer).pdf
Download (132kB)
M011221199-fulll(FILEminimizer).pdf
Restricted to Repository staff only until 5 March 2028.
Download (861kB)
Abstract (Abstrak)
Latar belakang. Program Perhutanan Sosial melalui skema Hutan Kemasyarakatan (HKm) merupakan upaya pemerintah untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekaligus menjaga kelestarian hutan. Dalam implementasinya, keterlibatan masyarakat sering kali menunjukkan perbedaan peran berdasarkan gender, di mana perempuan kerap menghadapi hambatan nilai dan norma sosial dalam mengakses serta mengelola sumber daya hutan. Tujuan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat keterli-batan perempuan dalam pengelolaan HKm dan mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhi keterlibatan tersebut pada KTH Sari Hutan di Kelurahan Bokin, Kecama-tan Rantebua, Kabupaten Toraja Utara. Metode. Penelitian ini menggunakan pendeka-tan deskriptif dengan memadukan metode kuantitatif dan kualitatif. Data dikumpulkan melalui observasi lapangan, wawancara mendalam, studi kepustakaan, dan dokumen-tasi. Penentuan responden dilakukan secara sensus terhadap 7 anggota perempuan KTH Sari Hutan, serta pemilihan informan secara purposive sampling. Analisis data menggunakan teknik skoring dengan skala Likert pada tiga aspek utama: tata kelola kawasan, tata kelola usaha, dan tata kelola kelembagaan. Hasil. Secara keseluruhan, perempuan di KTH Sari Hutan memiliki tingkat keterlibatan yang tinggi dalam pengel-olaan HKm. Berdasarkan hasil normalisasi, peran perempuan paling dominan berada pada tata kelola kawasan (41,7%), diikuti oleh tata kelola usaha (36,5%), dan paling rendah pada tata kelola kelembagaan (21,8%). Tingginya partisipasi pada aspek teknis (kawasan dan usaha) terlihat dari keterlibatan aktif dalam penanaman, pemanenan, hingga pengolahan produk hasil hutan bukan kayu (HHBK). Kesimpulan. Meskipun keterlibatan fisik dan operasional perempuan sangat tinggi, partisipasi dalam pengambi-lan keputusan strategis di tingkat kelembagaan masih terbatas karena posisi kepem-impinan yang didominasi laki-laki. Keterlibatan ini dipengaruhi oleh faktor sosial (budaya patriarki), tingkat pendidikan yang mayoritas rendah (SD-SMP), struktur kelembagaan, serta motivasi ekonomi untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga.
Keyword : Peran Perempuan, Perhutanan Sosial, Hutan Kemasyarakatan (HKm), Tata Kelola Hu-tan, Kesetaraan Gender, KTH Sari Hutan.
| Item Type: | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Women's Role, Sosial Forestry, Community Forest (HKm), Forest Management, Gender Equality, KTH Sari Hutan. |
| Subjects: | S Agriculture > SD Forestry |
| Divisions (Program Studi): | Fakultas Kehutanan > Kehutanan |
| Depositing User: | Rasman |
| Date Deposited: | 29 Apr 2026 05:33 |
| Last Modified: | 29 Apr 2026 05:33 |
| URI: | http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/55480 |
