ANALISIS POLITIK LINGKUNGAN DALAM PERUBAHAN IKLIM : STUDI PEMBANGUNAN LOW CARBON CITY SUSTAINABLE DI KOTA MAKASSAR = ANALYSIS OF ENVIRONMENTAL POLITICS IN CLIMATE CHANGE: A STUDY ON THE DEVELOPMENT OF A SUSTAINABLE LOW CARBON CITY IN MAKASSAR


JABBAR, ANDI RIDHA AULIA AR (2026) ANALISIS POLITIK LINGKUNGAN DALAM PERUBAHAN IKLIM : STUDI PEMBANGUNAN LOW CARBON CITY SUSTAINABLE DI KOTA MAKASSAR = ANALYSIS OF ENVIRONMENTAL POLITICS IN CLIMATE CHANGE: A STUDY ON THE DEVELOPMENT OF A SUSTAINABLE LOW CARBON CITY IN MAKASSAR. Thesis thesis, Universitas Hasanuddin.

[thumbnail of COVER]
Preview
Image (COVER)
E052231007-cZkLINr2vzTWxGds-20260306222516.jpeg

Download (118kB) | Preview
[thumbnail of BAB 1-2] Text (BAB 1-2)
E052231007-1-2.pdf

Download (360kB)
[thumbnail of DAPUS] Text (DAPUS)
E052231007-dp.pdf

Download (243kB)
[thumbnail of FULL TEXT] Text (FULL TEXT)
E052231007-fulll.pdf
Restricted to Repository staff only until 9 January 2028.

Download (2MB)

Abstract (Abstrak)

Perubahan iklim merupakan tantangan global yang menuntut respons nyata di tingkat lokal. Kota Makassar sebagai salah satu kota metropolitan di Indonesia Timur menghadapi persoalan serius berupa peningkatan emisi karbon, timbulan sampah, dan kebutuhan energi. Penelitian ini bertujuan menganalisis implementasi kebijakan Low Carbon City (LCC) melalui proyek Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) sebagai strategi pembangunan berkelanjutan. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Data diperoleh melalui wawancara mendalam, observasi lapangan, dan telaah dokumen kebijakan. Analisis dilakukan dengan teori implementasi kebijakan George Edward III (komunikasi, sumber daya, disposisi pelaksana, struktur birokrasi) yang dipadukan dengan perspektif politik lingkungan untuk menilai dinamika kekuasaan dan kepentingan antar pemangku kebijakan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi kebijakan LCC melalui proyek PSEL belum optimal. Hambatan utama meliputi lemahnya koordinasi antarinstansi, keterbatasan sumber daya manusia dan teknologi, rendahnya partisipasi publik, serta birokrasi yang belum efisien. Faktor politik dan kepentingan ekonomi turut memengaruhi arah kebijakan, di mana dominasi pemerintah pusat dan sektor swasta membatasi ruang kendali pemerintah daerah serta menimbulkan resistensi masyarakat di sekitar lokasi proyek. Kesimpulannya, keberhasilan kebijakan pembangunan rendah karbon di Kota Makassar sangat bergantung pada tata kelola politik yang transparan, kolaboratif, dan berkeadilan lingkungan. Penelitian ini memberikan kontribusi teoretis dalam penguatan kajian politik lingkungan serta implikasi praktis bagi pemerintah daerah dalam merancang strategi pembangunan rendah karbon yang lebih partisipatif dan berkelanjutan.

Item Type: Thesis (Thesis)
Uncontrolled Keywords: : politik lingkungan, implementasi kebijakan, low carbon city, PSEL, Kota Makassar
Subjects: J Political Science > JA Political science (General)
J Political Science > JC Political theory
Divisions (Program Studi): Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik > Ilmu Politik
Depositing User: Unnamed user with username pkl2
Date Deposited: 23 Apr 2026 01:48
Last Modified: 23 Apr 2026 01:48
URI: http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/55339

Actions (login required)

View Item
View Item