Analisis Soft Diplomacy Republik Indonesia Dalam Konteks Bahasa Indonesia Bagi Penutur Asing (BIPA) Pasca Penetapan Bahasa Indonesia Di UNESCO 2023 = Analysis of The Republic of Indonesia’s Soft Diplomacy in The Context of Indonesian for Foreign Speakers (BIPA) After The Recognition of Bahasa Indonesia at UNESCO 2023


BAGENDA, SUCI ANGGRAHENI (2026) Analisis Soft Diplomacy Republik Indonesia Dalam Konteks Bahasa Indonesia Bagi Penutur Asing (BIPA) Pasca Penetapan Bahasa Indonesia Di UNESCO 2023 = Analysis of The Republic of Indonesia’s Soft Diplomacy in The Context of Indonesian for Foreign Speakers (BIPA) After The Recognition of Bahasa Indonesia at UNESCO 2023. Skripsi thesis, Universitas Hasanuddin.

[thumbnail of COVER]
Preview
Image (COVER)
E061211110-NDk3laC4AcPvqwfi-20260305144602.png

Download (155kB) | Preview
[thumbnail of BAB 1-2] Text (BAB 1-2)
E061211110-1-2.pdf

Download (287kB)
[thumbnail of DAPUS] Text (DAPUS)
E061211110-dp.pdf

Download (191kB)
[thumbnail of FULL TEXT] Text (FULL TEXT)
E061211110-fullll.pdf
Restricted to Repository staff only until 20 February 2028.

Download (1MB)

Abstract (Abstrak)

Suci Anggraheni Bagenda, E061211110. “Analisis Soft Diplomacy Republik Indonesia Dalam Konteks Bahasa Indonesia Bagi Penutur Asing (BIPA) Pasca Penetapan Bahasa Indonesia Di UNESCO 2023” di bawah bimbingan Drs. Patrice Lumumba, M.A. Penelitian ini menganalisis soft diplomacy Republik Indonesia melalui program Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (BIPA) pasca penetapan Bahasa Indonesia sebagai bahasa resmi Sidang Umum UNESCO tahun 2023. Pengakuan tersebut menjadi momentum penting dalam memperkuat internasionalisasi Bahasa Indonesia sebagai instrumen diplomasi non koersif. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi dasar subdiplomasi bahasa Indonesia serta menganalisis penerapannya sebagai instrumen soft diplomacy. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan kerangka konsep diplomasi publik dan Organisasi Internasional. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Bahasa Indonesia dimanfaatkan sebagai instrumen diplomasi budaya dan pendidikan untuk membangun citra positif, memperluas pengaruh budaya, dan membangun jejaring internasional jangka panjang. Program BIPA menjadi bentuk operasional utama diplomasi publik Indonesia melalui interaksi langsung dengan masyarakat asing. Penetapan di UNESCO memperkuat legitimasi global diplomasi bahasa Indonesia, meskipun implementasinya masih berfokus pada penguatan sistem dan kelembagaan BIPA.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Uncontrolled Keywords: Soft diplomacy, Public diplomacy, BIPA, Bahasa Indonesia, UNESCO, Soft power
Subjects: J Political Science > JZ International relations
Divisions (Program Studi): Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik > Ilmu Hubungan Internasional
Depositing User: Unnamed user with username pkl2
Date Deposited: 22 Apr 2026 06:55
Last Modified: 22 Apr 2026 06:55
URI: http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/55310

Actions (login required)

View Item
View Item