KANDUNGAN BAHAN ORGANIK TOTAL SEDIMEN BERDASARKAN KERAPATAN MANGROVE DI KECAMATAN KAJUARA, KABUPATEN BONE, SULAWESI SELATAN = TOTAL ORGANIC MATTER CONTENT OF SEDIMENT BASED ON MANGROVE DENSITY IN KAJUARA DISTRICT, BONE REGENCY, SOUTH SULAWESI


SYAWAL, SYAWAL (2026) KANDUNGAN BAHAN ORGANIK TOTAL SEDIMEN BERDASARKAN KERAPATAN MANGROVE DI KECAMATAN KAJUARA, KABUPATEN BONE, SULAWESI SELATAN = TOTAL ORGANIC MATTER CONTENT OF SEDIMENT BASED ON MANGROVE DENSITY IN KAJUARA DISTRICT, BONE REGENCY, SOUTH SULAWESI. Skripsi thesis, Universitas Hasanuddin.

[thumbnail of Cover]
Preview
Image (Cover)
L011211122-Cover.png

Download (123kB) | Preview
[thumbnail of Bab1-2] Text (Bab1-2)
L011211122-1-2(FILEminimizer).pdf

Download (381kB)
[thumbnail of Dapus] Text (Dapus)
L011211122-dp(FILEminimizer).pdf

Download (189kB)
[thumbnail of Full Text] Text (Full Text)
L011211122-fulllll(FILEminimizer).pdf
Restricted to Repository staff only until 20 January 2028.

Download (1MB)

Abstract (Abstrak)

SYAWAL. Kandungan Bahan Organik Total Sedimen Berdasarkan Kerapatan Mangrove Di Kecamatan Kajuara, Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan (Dibimbing oleh Chair Rani). Latar belakang. Mangrove merupakan vegetasi yang tumbuh di daerah pesisir yang dipengaruhi oleh pasang surut air laut dan umumnya hidup pada daerah yang terlindungi dari hembusan angin secara langsung. Secara ekosistem mangrove berperan penting dalam menjaga keseimbangan ekologi pesisir melalui proses penyerapan karbon, penahan abrasi, serta perangkap sedimen yang kaya akan bahan organik. Kandungan bahan organik total (BOT) dalam sedimen mencerminkan tingkat produktivitas ekosistem dan dipengaruhi oleh faktor biotik seperti kerapatan mangrove serta kondisi lingkungan sekitarnya. Tujuan. Mengetahui struktur komonitas vegetasi mangrove di Kecamatan Kajuara, menghitung kandungan BOT dalam sedimen pada area mangrove dan mengetahui hubungan antara kerapatan mangrove dengan kandungan bahan organik total (BOT) sedimen di kawasan pesisir Kecamatan Kajuara, Kabupaten Bone. Metode. Penelitian dilaksanakan pada Juli–Oktober 2025 di tiga stasiun pengamatan menggunakan metode transek garis dan plot berukuran 10×10 m. Analisis BOT dilakukan di laboratorium dengan metode pembakaran kering (loss on ignition). Data dianalisis menggunakan uji One-Way ANOVA untuk mengetahui perbedaan antara stasiun dan regresi linear sederhana untuk melihat hubungan antara kerapatan mangrove dengan BOT. Hasil. Ditemukan enam jenis mangrove, yaitu Rhizophora mucronata, Ceriops tagal, Sonneratia alba, Avicennia marina, Avicennia alba, dan Rhizophora stylosa. Jenis R. mucronata mendominasi seluruh stasiun dengan nilai kerapatan tertinggi 4.477,8 pohon/ha (kategori baik). Kandungan BOT sedimen berkisar antara 14,88%–18,16%, tergolong sedang hingga tinggi. Hasil analisis regresi menunjukkan hubungan yang tidak signifikan antara kerapatan mangrove dan BOT (R² = 0,001; p = 0,87), yang mengindikasikan bahwa faktor lingkungan seperti arus, pasang surut, dan aktivitas tambak lebih berpengaruh terhadap variasi BOT. Kesimpulan. Kondisi vegetasi mangrove di Kecamatan Kajuara tergolong baik dan mendukung keseimbangan ekosistem pesisir. Namun, kerapatan mangrove bukan faktor utama yang memengaruhi kandungan bahan organik total sedimen; variasi BOT lebih dipengaruhi oleh kondisi fisik dan aktivitas antropogenik di sekitar kawasan.

Kata kunci: bahan organik; dinamika sedimen; ekosistem mangrove; kerapatan vegetasi; sedimen pesisir; tambak.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Uncontrolled Keywords: Organic matter; sediment dynamics; mangrove ecosystem; vegetation density; coastal sediment; aquaculture.
Subjects: Q Science > Q Science (General)
Divisions (Program Studi): Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan > Ilmu Kelautan
Depositing User: Rasman
Date Deposited: 22 Apr 2026 01:18
Last Modified: 22 Apr 2026 01:18
URI: http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/55285

Actions (login required)

View Item
View Item