Akumulasi Logam Timbal (Pb) dan Logam Tembaga (Cu) Pada Lamun di Pelabuhan Maccini Baji Kabupaten Pangkep Sulawesi Selatan = Accumulation of Lead (Pb) and Copper (Cu) in Seagrass at Maccini Baji Port, Pangkep Regency, South Sulawesi


ARIANANDA, ASHAFHAH DURROTUL AISY (2026) Akumulasi Logam Timbal (Pb) dan Logam Tembaga (Cu) Pada Lamun di Pelabuhan Maccini Baji Kabupaten Pangkep Sulawesi Selatan = Accumulation of Lead (Pb) and Copper (Cu) in Seagrass at Maccini Baji Port, Pangkep Regency, South Sulawesi. Skripsi thesis, Universitas Hasanuddin.

[thumbnail of Cover]
Preview
Image (Cover)
L011211111-Cover.jpg

Download (285kB) | Preview
[thumbnail of Bab1-2] Text (Bab1-2)
L011211111-1-2(FILEminimizer).pdf

Download (263kB)
[thumbnail of Dapus] Text (Dapus)
L011211111-dp(FILEminimizer).pdf

Download (159kB)
[thumbnail of Full Text] Text (Full Text)
L011211111-fulll(FILEminimizer).pdf
Restricted to Repository staff only until 26 April 2028.

Download (779kB)

Abstract (Abstrak)

Aktivitas pelabuhan berpotensi meningkatkan pencemaran logam berat di perairan pesisir, khususnya timbal (Pb) dan tembaga (Cu), yang dapat terakumulasi pada organisme laut seperti lamun. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis akumulasi logam Pb dan Cu pada lamun Enhalus acoroides serta hubungannya dengan parameter fisika-kimia perairan di Pelabuhan Maccini Baji, Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan.Penelitian dilakukan pada Juli 2025 di tiga stasiun pengamatan dengan tiga ulangan. Sampel sedimen dan lamun dianalisis menggunakan Atomic Absorption Spectrophotometry (AAS). Parameter lingkungan yang diukur meliputi suhu, salinitas, oksigen terlarut, potensial redoks sedimen (Eh sedimen) dan kecepatan arus. Konsentrasi Pb di sedimen berkisar antara 0,15–1,22 mg/kg dan Cu 10,11–14,39 mg/kg. Pada akar lamun, konsentrasi Pb berkisar 0,11–0,12 mg/kg dan Cu 0,65–1,73 mg/kg, sedangkan Pb pada daun tidak terdeteksi (<0,10 mg/kg) dan Cu berkisar 0,10–0,15 mg/kg. Nilai Bio-Concentration Factor (BCF) Pb (0,10–0,71) dan Cu (0,06–0,12) menunjukkan bahwa Enhalus acoroides bersifat excluder terhadap logam berat. Nilai Translocation Factor (TF) Cu < 1 (0,08–0,16) mengindikasikan mekanisme fitostabilisasi. Uji korelasi Pearson menunjukkan hubungan signifikan antara Cu pada akar dengan oksigen terlarut (r = −0,884; p < 0,01) dan pH (r = −0,807; p < 0,01), Cu pada daun dengan suhu (r = 0,701; p < 0,05) dan pH (r = −0,680; p < 0,05), serta Pb pada akar dengan potensial redoks sedimen (r = −0,678; p < 0,05). Hasil ini menunjukkan bahwa kondisi fisika-kimia perairan berperan penting dalam mengontrol akumulasi logam berat pada lamun di kawasan pelabuhan.

Keyword : Bioakumulasi, Enhalus Acoroides, Fitostabilisasi, Logam Berat, Pelabuhan.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Uncontrolled Keywords: Bioaccumulation, Enhalus acoroides, phytostabilization, heavy metals, harbor.
Subjects: Q Science > Q Science (General)
Divisions (Program Studi): Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan > Ilmu Kelautan
Depositing User: Rasman
Date Deposited: 22 Apr 2026 01:17
Last Modified: 22 Apr 2026 01:17
URI: http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/55284

Actions (login required)

View Item
View Item