Hubungan Kandungan Nitrat Dan Fosfat Dalam Sedimen Dengan Kerapatan Lamun DI Ekosistem Padang Lamun Kelurahan Tanah Lemo, Kecamatan Bonto Bahari, Kabupaten Bulukumba = The Relationship Between Nitrate and Phosphate Content in Sediment and Seagrass Density in the Seagrass Ecosystem of Tanah Lemo Village, Bonto Bahari District, Bulukumba Regency


FAWWAZZUHDI, ASHIL ABYZARD HIBALLAH (2026) Hubungan Kandungan Nitrat Dan Fosfat Dalam Sedimen Dengan Kerapatan Lamun DI Ekosistem Padang Lamun Kelurahan Tanah Lemo, Kecamatan Bonto Bahari, Kabupaten Bulukumba = The Relationship Between Nitrate and Phosphate Content in Sediment and Seagrass Density in the Seagrass Ecosystem of Tanah Lemo Village, Bonto Bahari District, Bulukumba Regency. Skripsi thesis, Universitas Hasanuddin.

[thumbnail of Cover]
Preview
Image (Cover)
L011211099-Cover.jpg

Download (314kB) | Preview
[thumbnail of Bab1-2] Text (Bab1-2)
L011211099-1-2(FILEminimizer).pdf

Download (350kB)
[thumbnail of Dapus] Text (Dapus)
L011211099-dp(FILEminimizer).pdf

Download (255kB)
[thumbnail of Full Text] Text (Full Text)
L011211099-fullll(FILEminimizer).pdf
Restricted to Repository staff only until 10 March 2028.

Download (1MB)

Abstract (Abstrak)

Ashil Abyzard Hiballah Fawwazzuhdi. Hubungan Kandungan Nitrat dan Fosfat dalam Sedimen dengan Kerapatan Lamun di Ekosistem Padang Lamun Kelurahan Tanah Lemo, Kecamatan Bonto Bahari, Kabupaten Bulukumba (dibimbing oleh Rohani Ambo Rappe). Ekosistem padang lamun merupakan salah satu ekosistem pesisir yang memiliki peran ekologis penting sebagai habitat, daerah asuhan, serta penunjang produktivitas perairan. Keberadaan lamun sangat dipengaruhi oleh kondisi lingkungan, termasuk ketersediaan nutrien dalam sedimen. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kerapatan lamun, kandungan nitrat dan fosfat dalam sedimen, serta menganalisis hubungan antara nutrien sedimen dengan kerapatan lamun di perairan Tanah Lemo, Kecamatan Bonto Bahari, Kabupaten Bulukumba.Penelitian dilaksanakan pada bulan Mei 2025 dengan metode survei lapangan pada tiga stasiun pengamatan. Pengambilan data lamun dilakukan menggunakan metode line transect kuadrat, sedangkan sampel sedimen diambil menggunakan sedimen core untuk analisis kandungan nitrat dan fosfat di laboratorium. Analisis data meliputi uji One Way ANOVA untuk mengetahui perbedaan antar stasiun dan analisis korelasi Pearson untuk mengetahui hubungan antara nutrien sedimen dan kerapatan lamun. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat enam jenis lamun di lokasi penelitian, dengan Thalassia hemprichii sebagai jenis yang paling dominan. Rata-rata kerapatan lamun tertinggi ditemukan pada Stasiun 2 sebesar 455 tegakan/m² dan terendah pada Stasiun 1 sebesar 212 tegakan/m². Kandungan nitrat sedimen berkisar antara 1,1–1,9 ppm, sedangkan fosfat sedimen berkisar antara 1,1–2,2 ppm dan tergolong kategori sedang. Hasil analisis korelasi menunjukkan bahwa nitrat sedimen memiliki hubungan positif lemah dan tidak signifikan terhadap kerapatan lamun (r = 0,342; p > 0,05), sedangkan fosfat sedimen menunjukkan hubungan negatif lemah dan tidak signifikan (r = –0,259; p > 0,05).Berdasarkan hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa kandungan nitrat dan fosfat dalam sedimen bukan merupakan faktor pembatas utama bagi kerapatan lamun di perairan Tanah Lemo. Variasi kerapatan lamun lebih dipengaruhi oleh faktor lingkungan fisik, khususnya kedalaman perairan dan ketersediaan cahaya.

Kata Kunci: lamun, kerapatan lamun, nitrat, fosfat, sedimen, Tanah Lemo.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Uncontrolled Keywords: Seagrass, seagrass density, nitrate, phosphate, sediment, Tanah Lemo.
Subjects: Q Science > Q Science (General)
Divisions (Program Studi): Fakultas Vokasi > Penginderaan Jauh Dan Sistem Informasi Geografis
Depositing User: Rasman
Date Deposited: 22 Apr 2026 01:11
Last Modified: 22 Apr 2026 01:11
URI: http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/55283

Actions (login required)

View Item
View Item