Analisis Willingness To Pay (WTP) Untuk Keberlanjutan Area Budidaya Rumput Laut Di Pulau Salemo, Sagara, Dan Sabangko Perairan Spermonde Kabupaten Pangkajene Dan Kepulauan = Willingness To Pay (WTP) Analysis For The Sustainability Of Seaweed Cultivation Areas On Salemo, Sagara, And Sabangko Islands, Spermonde Waters, Pangkajene And Islands Regency


SOMALINGGI, KRISANDHAKA TORATU (2026) Analisis Willingness To Pay (WTP) Untuk Keberlanjutan Area Budidaya Rumput Laut Di Pulau Salemo, Sagara, Dan Sabangko Perairan Spermonde Kabupaten Pangkajene Dan Kepulauan = Willingness To Pay (WTP) Analysis For The Sustainability Of Seaweed Cultivation Areas On Salemo, Sagara, And Sabangko Islands, Spermonde Waters, Pangkajene And Islands Regency. Skripsi thesis, Universitas Hasanuddin.

[thumbnail of Cover]
Preview
Image (Cover)
L011211071-Cover.jpg

Download (365kB) | Preview
[thumbnail of Bab1-2] Text (Bab1-2)
L011211071-1-2(FILEminimizer).pdf

Download (287kB)
[thumbnail of Dapus] Text (Dapus)
L011211071-dp(FILEminimizer).pdf

Download (210kB)
[thumbnail of Full Text] Text (Full Text)
L011211071-fulll(FILEminimizer).pdf
Restricted to Repository staff only until 27 February 2028.

Download (948kB)

Abstract (Abstrak)

Latar belakang. Budidaya rumput laut di perairan Kepulauan Spermonde, Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep), menghadapi tantangan serius berupa penurunan produktivitas akibat penyakit ice-ice dan degradasi kualitas air, yang secara langsung berdampak pada penurunan pendapatan petani. Tujuan. Penelitian ini bertujuan untuk mengukur nilai kesediaan membayar (Willingness to Pay/WTP) masyarakat petani rumput laut dalam mendukung program pelestarian kualitas lingkungan budidaya serta menganalisis faktor-faktor sosial ekonomi yang memengaruhi tingkat WTP tersebut. Metode. Penelitian ini dilaksanakan di Pulau Salemo, Sabangko, dan Sagara. Data dikumpulkan melalui wawancara menggunakan kuesioner terstruktur dengan pendekatan Contingent Valuation Method (CVM). Analisis faktor-faktor penentu WTP dilakukan menggunakan analisis regresi linier berganda. Hasil. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas responden berada pada usia produktif (31–50 tahun), dengan jumlah anggota keluarga didominasi oleh kategori 2–7 orang. Tingkat pendidikan responden umumnya berada pada jenjang pendidikan dasar, sementara pendapatan bersih petani rumput laut per siklus budidaya (45 hari) berada pada kisaran Rp5.000.000–Rp10.000.000. Tingkat kesediaan berdonasi tergolong sangat tinggi, dengan 87% dari total 100 responden menyatakan bersedia berkontribusi secara finansial untuk pelestarian lingkungan. Besaran kontribusi yang bersedia dibayarkan berkisar antara Rp10.000–Rp70.000 per siklus, dengan nilai rata-rata WTP sebesar Rp37.011 per responden per siklus (45 hari). Hasil analisis regresi menunjukkan bahwa jumlah anggota keluarga berpengaruh signifikan terhadap besaran WTP, sedangkan variabel usia, tingkat pendidikan, dan pendapatan tidak berpengaruh signifikan. Kesimpulan. Penelitian ini mengindikasikan bahwa semakin besar jumlah tanggungan dalam rumah tangga, semakin tinggi komitmen petani untuk berdonasi. Hal ini mencerminkan tingginya tingkat ketergantungan ekonomi rumah tangga terhadap keberlanjutan hasil panen rumput laut dan kualitas lingkungan perairan.

Kata Kunci: Budidaya rumput laut; keberlanjutan; kuesioner; spermonde; Willingness To Pay (WTP).

Item Type: Thesis (Skripsi)
Uncontrolled Keywords: Seaweed cultivation; sustainability; questionnaire; spermonde; Willingness To Pay (WTP).
Subjects: Q Science > Q Science (General)
Divisions (Program Studi): Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan > Ilmu Kelautan
Depositing User: Rasman
Date Deposited: 21 Apr 2026 07:14
Last Modified: 21 Apr 2026 07:14
URI: http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/55277

Actions (login required)

View Item
View Item