PELITA, DELPHIA (2026) Anak Suku : Sistem Pewarisan Harta Pusaka Tinggi Dalam Suku Minangkabau = Anak Suku : Sistem Pewarisan Harta Pusaka Tinggi Dalam Suku Minangkabau. Skripsi thesis, Universitas Hasanuddin.
E071211004-5OY3tp6I8vA41u0y-20260307121921.jpeg
Download (184kB) | Preview
E071211004-1-2.pdf
Download (612kB)
E071211004-dp.pdf
Download (327kB)
E071211004-fulll.pdf
Restricted to Repository staff only until 10 February 2028.
Download (1MB)
Abstract (Abstrak)
Penelitian ini mengkaji sistem pewarisan Harta Pusaka Tinggi dalam masyarakat Minangkabau di Batusangkar, Sumatera Barat, dengan fokus pada krisis garis keturunan perempuan dan peran institusi adat dalam menjaga kelestarian sistem matrilineal. Tujuan dari dilakukannya penelitian ini adalah: (1) untuk mengetahui bagaimana cara pembagian harta pusaka tinggi Minangkabau jika semua anak pewaris adalah laki laki, (2) mengetahui bagaimana aturan untuk mengelola harta pusaka tinggi, dan yang terrakhir (3) penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan bagaimana mamak dan ninik mamak menjalankan perannya dalam proses pewarisan pusaka tinggi. Menggunakan pendekatan etnografi kualitatif deskriptif, penelitian ini mengungkap mekanisme adat yang diaktifkan ketika pewaris perempuan tidak ada, serta dinamika pengelolaan harta pusaka yang berorientasi pada kepentingan kolektif Kaum. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan tokoh adat kunci: Ninik Mamak, Mamak, dan anggota keluarga yang pernah mengalami konflik pewarisan.Temuan menunjukkan bahwa sistem pewarisan matrilineal Minangkabau memiliki mekanisme penyelesaian konflik yang terstruktur melalui proses "Pulang ke Induak", yaitu pengalihan harta pusaka tinggi kepada kerabat perempuan terdekat dalam suku yang sama ketika garis keturunan perempuan terputus. Penelitian ini mengungkap benturan ideologis antara klaim keadilan individual anak laki-laki dengan prinsip keadilan komunal adat, yang diselesaikan melalui transformasi peran dari penuntut hak milik menjadi pemegang Hak Pakai dengan tanggung jawab sebagai Mamak. Keberlanjutan sistem ini dijamin melalui sinergi fungsional antara Mamak sebagai pengelola eksekutif dan Ninik Mamak sebagai otoritas yudisial tertinggi, yang menciptakan mekanisme check and balance efektif. Penelitian ini menegaskan bahwa sistem pewarisan Minangkabau bukan sistem kaku, melainkan adaptif dengan daya rehabilitasi genealogis yang kuat, mampu mempertahankan identitas matrilineal di tengah tekanan modernisasi dan hukum nasional. Temuan ini memberikan kontribusi signifikan bagi kajian antropologi hukum dan hukum adat Indonesia dalam memahami bagaimana masyarakat adat mempertahankan tradisi melalui mekanisme institusional yang terstruktur dan berbasis musyawarah.
| Item Type: | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Sistem matrilineal, Harta Pusaka Tinggi, pewarisan adat Minangkabau, Mamak, Ninik Mamak, Pulang ke Induak, hukum adat |
| Subjects: | G Geography. Anthropology. Recreation > GN Anthropology J Political Science > J General legislative and executive papers |
| Divisions (Program Studi): | Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik > Antropologi Sosial |
| Depositing User: | Unnamed user with username pkl2 |
| Date Deposited: | 21 Apr 2026 06:53 |
| Last Modified: | 21 Apr 2026 06:53 |
| URI: | http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/55269 |
