Analisis Pengaruh Faktor Oseanografi Terhadap Karakteristik Sedimen Di Kawasan Industri Bantaeng = Analysis of the Influence of Oceanographic Factors on Sediment Characteristics in the Bantaeng Industrial Area


ARDHIYANTO, WIRA (2026) Analisis Pengaruh Faktor Oseanografi Terhadap Karakteristik Sedimen Di Kawasan Industri Bantaeng = Analysis of the Influence of Oceanographic Factors on Sediment Characteristics in the Bantaeng Industrial Area. Skripsi thesis, Universitas Hasanuddin.

[thumbnail of Cover]
Preview
Image (Cover)
L011211041-Cover.jpg

Download (404kB) | Preview
[thumbnail of Bab1-2] Text (Bab1-2)
L011211041-1-2(FILEminimizer).pdf

Download (266kB)
[thumbnail of Dapus] Text (Dapus)
L011211041-dp(FILEminimizer).pdf

Download (142kB)
[thumbnail of Full Text] Text (Full Text)
L011211041-fulllll(FILEminimizer).pdf
Restricted to Repository staff only until 14 April 2028.

Download (2MB)

Abstract (Abstrak)

Latar belakang perairan Kawasan Industri Bantaeng merupakan wilayah pesisir yang memiliki dinamika oseanografi yang berpotensi memengaruhi karakteristik sedimen dasar perairan. Tujuan penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ukuran butir dan jenis sedimen serta hubungan parameter oseanografi terhadap karakteristik sedimen di Kawasan Industri Bantaeng. Metode penelitian dilakukan melalui pengambilan sampel sedimen dasar dan pengukuran parameter oseanografi meliputi suhu, salinitas, pasang surut, arus, dan gelombang, yang dianalisis menggunakan metode granulometri dan Principal Component Analysis (PCA). Hasil Suhu perairan berkisar antara 29,8–31,4 °C dan salinitas berkisar antara 20–33 ppt. Tinggi gelombang berkisar antara 1,5–16,3 cm. Kecepatan arus saat menuju pasang berkisar antara 0,18–0,32 m/detik dengan arah dominan barat hingga barat daya, sedangkan kecepatan arus saat menuju surut berkisar antara 0,04–0,15 m/detik dengan arah dominan timur hingga tenggara. Pasang surut menunjukkan nilai High Water Level (HWL) sebesar 1,74 m, Low Water Level (LWL) sebesar 0,04 m, dan Mean Sea Level (MSL) sebesar 1,12–1,13 m, dengan tipe pasang surut campuran condong harian ganda. Sedimen dasar tersusun atas fraksi pasir, lanau, dan lempung dengan ukuran sedimen dominan berupa pasir sangat halus hingga pasir halus dengan persentase dominan berkisar antara 52,40–61,49%. Hasil PCA menunjukkan dua sumbu utama dengan kontribusi sebesar 42,64% pada sumbu F1 dan 36,93% pada sumbu F2. Kesimpulan. Hubungan antara parameter oseanografi dan karakteristik sedimen menunjukkan adanya keterkaitan antarvariabel yang tercermin pada hasil analisis PCA, sehingga dinamika oseanografi seperti arus, gelombang, suhu, dan salinitas berperan dalam mempengaruhi distribusi dan karakteristik sedimen dasar di perairan tersebut.

Keyword : ukuran butir sedimen; sedimen dasar; oseanografi pesisir; analisis PCA; perairan pesisir; Kawasan Industri Bantaeng.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Uncontrolled Keywords: Sediment grain size; bottom sediment; coastal oceanography; PCA analysis; coastal waters; Bantaeng Industrial Area.
Subjects: Q Science > Q Science (General)
Divisions (Program Studi): Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan > Ilmu Kelautan
Depositing User: Rasman
Date Deposited: 21 Apr 2026 03:12
Last Modified: 21 Apr 2026 03:12
URI: http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/55255

Actions (login required)

View Item
View Item