MOTORIC ACTIVITY OF UPPER LIP ORBICULARIS ORIS MUSCLE IN UNILATERAL CLEFT LIP = MOTORIC ACTIVITY OF UPPER LIP ORBICULARIS ORIS MUSCLE IN UNILATERAL CLEFT LIP


CITRA, EKA WIDYA (2025) MOTORIC ACTIVITY OF UPPER LIP ORBICULARIS ORIS MUSCLE IN UNILATERAL CLEFT LIP = MOTORIC ACTIVITY OF UPPER LIP ORBICULARIS ORIS MUSCLE IN UNILATERAL CLEFT LIP. Skripsi thesis, Universitas Hasanuddin.

[thumbnail of Cover]
Preview
Image (Cover)
J045211004-CvpAtL4znr9qESoa-20250814145530.jpeg

Download (80kB) | Preview
[thumbnail of Bab 1-2] Text (Bab 1-2)
J045211004-1-2.pdf

Download (742kB)
[thumbnail of dapus] Text (dapus)
J045211004-dp.pdf

Download (67kB)
[thumbnail of Fulltext] Text (Fulltext)
J045211004-full.pdf
Restricted to Repository staff only until 1 March 2028.

Download (12MB)

Abstract (Abstrak)

EKA WIDYA CITRA. Aktivitas motorik otot orbicularis oris superior pada celah bibir unilateral (Dibimbing oleh Yossy Yoanita Ariestiana, Hadira) Latar Belakang. Celah Bibir dan lelangit (CBL) merupakan salah satu kelainan dari dentofasial kongenital yang paling umum, yang secara signifikan mempengaruhi fungsi otot penguyahan dan mengganggu estetika wajah. Otot orbicularis oris memiliki fungsi penting dalam stomatognatik yang berhubungan saat mastikasi, ekspresi wajah dan artikulasi wajah. Aktivitas bibir yang abnormal dapat memberikan dampak kepada penderita apabila tidak ditangani secara komprehensif. Tujuan. Fungsi mototik otot orbicularis oris superior pada anak dengan celah bibir unilateral. Metode. Penelitian cross-sectional study, bertujuan untuk membandingkan fungsi motorik otot orbicularis oris superior saat menangis dan menghisap pada anak yang memiliki celah bibir dan lelangit unilateral dan tanpa celah bibir lelangit. Penelitian ini menggunakan metode pengambilan sampel Purposive sampling, Analisis data menggunakan uji t-berpasangan untuk yang berdistribusi normal. Hasil. Amplitudo EMG (electromyography) pada sampel celah bibir lelangit dan tanpa celah bibir lelangit dalam batas normal kisaran 100-150 mv. Terdapat perbedaan signifikan pada saat menangis dengan nilai P<0,001 dan pada saat menghisap nilai P<0,000. Pada anak dengan celah bibir lelangit memiliki kelainan struktur anatomi otot, sehingga kontraksi otot menjadi lebih besar. Hal ini menunjukkan bahwa fungsi motorik otot orbicularis oris superior yang berbeda dibandingkan anak tanpa celah bibir. Kesimpulan. Fungsi motorik otot orbicularis oris superior dengan celah bibir lelangit unilateral pada saat menangis dan menghisap dalam batas normal. Terdapat perbedaan peningkatan amplitudo pemeriksaan EMG (Electromyography) pada anak celah bibir lelangit unilateral.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Uncontrolled Keywords: Celah Bibir dan lelangit, Otot Oribicularis Oris Superior, EMG (Electromyography
Subjects: R Medicine > RK Dentistry
Divisions (Program Studi): Fakultas Pendidikan Dokter Gigi > PPDGS - Bedah Mulut dan Maksilofasial
Depositing User: Nasyir Nompo
Date Deposited: 21 Apr 2026 01:24
Last Modified: 21 Apr 2026 01:24
URI: http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/55236

Actions (login required)

View Item
View Item