Soluble Urokinase Plasminogen Activator Receptor (SUPAR) Sebagai Prediktor Morbiditas Dan Mortalitas Pada Pasien Operasi Bedah Jantung Dewasa RSUP Dr. Wahidin Sudirohusodo = Prognostic Value of Soluble Urokinase Plasminogen Activator Receptor (suPAR) for Morbidity and Mortality in Patients Undergoing Adult Cardiac Surgery at Wahidin Sudirohusodo Hospital


HALIM, AHMAD PATHONI (2025) Soluble Urokinase Plasminogen Activator Receptor (SUPAR) Sebagai Prediktor Morbiditas Dan Mortalitas Pada Pasien Operasi Bedah Jantung Dewasa RSUP Dr. Wahidin Sudirohusodo = Prognostic Value of Soluble Urokinase Plasminogen Activator Receptor (suPAR) for Morbidity and Mortality in Patients Undergoing Adult Cardiac Surgery at Wahidin Sudirohusodo Hospital. Skripsi thesis, Universitas Hasanuddin.

[thumbnail of Cover]
Preview
Image (Cover)
C135211012-9HlnyOPD2S0gzBXV-20251001062229.jpg

Download (32kB) | Preview
[thumbnail of Bab 1-2] Text (Bab 1-2)
C135211012-1-2.pdf

Download (326kB)
[thumbnail of Dapus] Text (Dapus)
C135211012-dp.pdf

Download (99kB)
[thumbnail of Fulltext] Text (Fulltext)
C135211012-fulll.pdf
Restricted to Repository staff only until 25 July 2027.

Download (989kB)

Abstract (Abstrak)

Latar Belakang: Pasien yang menjalani operasi jantung memiliki risiko tinggi mengalami komplikasi multi-sistem setelah operasi, yang berkontribusi pada perpanjangan lama rawat ICU dan lama rawat rumah sakit. Biomarker prognostik yang andal akan memungkinkan identifikasi pasien dengan risiko yang lebih tinggi, sehingga mereka dapat menerima pemantauan intensif dan intervensi dini. Penelitian ini menentukan nilai prognostik dari Soluble Urokinase Plasminogen Activator Receptor (suPAR) terhadap morbiditas dan mortalitas yang terkait dengan lama rawat ICU, lama rawat rumah sakit, serta komplikasi pascaoperasi pada pasien bedah jantung dewasa. Metode: Penelitian ini menggunakan desain observasional analitik dengan pendekatan cohort prospektif. Penelitian ini dilakukan di Rumah Sakit Dr. Wahidin Sudirohusodo Makassar, mulai dari Desember 2024 hingga Maret 2025. Penelitian ini melibatkan 40 pasien bedah jantung dewasa yang memenuhi kriteria inklusi. Hasil: Kadar suPAR menunjukkan hubungan yang signifikan dengan lama rawat rumah sakit, lama tinggal di rumah sakit, dan durasi ventilasi mekanis (p < 0,05). Pasien dengan lama rawat yang lebih panjang secara konsisten memiliki kadar suPAR yang lebih tinggi. Perbedaan signifikan juga ditemukan antara kadar suPAR praoperasi dan pascaoperasi terkait mortalitas (p < 0,05). SuPAR praoperasi menunjukkan kinerja yang acceptable dalam memprediksi mortalitas berdasarkan pengukuran AUC. Analisis kelangsungan hidup Kaplan-Meier menunjukkan bahwa kadar suPAR yang lebih tinggi dikaitkan dengan probabilitas kelangsungan hidup 30 hari pascaoperasi yang lebih rendah. Namun, suPAR tidak menunjukkan hubungan yang signifikan dalam memprediksi stroke pascaoperasi atau infeksi luka sternum dalam. Kesimpulan: SuPAR memiliki nilai prognostik yang signifikan untuk memprediksi lama rawat ICU, lama rawat rumah sakit, durasi ventilasi mekanis, dan mortalitas pada pasien bedah jantung dewasa. Namun, tidak ditemukan hubungan yang signifikan antara suPAR dengan stroke pascaoperasi atau infeksi luka sternum dalam. Oleh karena itu, suPAR berfungsi sebagai biomarker penting untuk menilai prognosis pada pasien bedah jantung dewasa.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Uncontrolled Keywords: SuPAR, Luaran ICU, Bedah Jantung Dewasa
Subjects: R Medicine > R Medicine (General)
Divisions (Program Studi): Fakultas Kedokteran > PPDS Anestesiologi
Depositing User: Nasyir Nompo
Date Deposited: 15 Apr 2026 03:06
Last Modified: 15 Apr 2026 03:06
URI: http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/55111

Actions (login required)

View Item
View Item