DAHLAN, FIRMANSYAH (2025) Hubungan Analisis Bioimpendans Terhadap Tekanan Vena Sentral, Derajat Edema, dan Keseimbangan Kumulatif Cairan pada Pasien Syok Sepsis di Ruang Perawatan Intensif = The Relationship of Bioimpedance Analysis to Central Venous Pressure, Degree of Edema, and Cumulative Fluid Balance in Septic Shock Patients in the Intensive Care Unit. Skripsi thesis, Universitas Hasanuddin.
C135211010-lhc2DzquU4bNVeHs-20251002142230.jpg
Download (104kB) | Preview
C135211010-1-2.pdf
Download (437kB)
C135211010-dp.pdf
Download (103kB)
C135211010-fullll.pdf
Restricted to Repository staff only until 20 June 2027.
Download (955kB)
Abstract (Abstrak)
Latar Belakang: Sepsis tetap menjadi penyebab utama kematian secara global, dengan angka mortalitas hingga 50% pada pasien kritis. Disfungsi endotel akibat peradangan pada sepsis menyebabkan pergantian cairan sistemik dan peningkatan permeabilitas vaskular, sehingga resusitasi cairan intravena serta pemberian antibiotik menjadi inti tata laksana. Namun, pemberian cairan yang berlebihan atau kurang justru memperburuk prognosis dengan menyebabkan edema jaringan atau hipoperfusi. Parameter hemodinamik konvensional seperti tekanan vena sentral (CVP) memiliki keterbatasan dalam menilai perubahan cairan tubuh yang dinamis. Analisis bioimpedansi (BIA) menawarkan alternatif yang cepat dan non-invasif untuk menilai kompartemen cairan tubuh. Studi sebelumnya telah mengaitkan BIA dengan CVP, edema, keseimbangan cairan kumulatif, dan luaran klinis, namun data pada pasien sepsis di ICU masih terbatas. Penelitian ini bertujuan mengklarifikasi hubungan parameter BIA, CVP, derajat edema, dan keseimbangan cairan kumulatif pada pasien sepsis dan syok sepsis di ICU. Metode: Penelitian ini merupakan studi observasional analitik dengan desain potong lintang. Penelitian dilaksanakan di ICU RSUP Dr. Wahidin Sudirohusodo, Makassar, Indonesia, Januari hingga Maret 2025 dengan melibatkan 50 pasien dewasa terdiagnosis sepsis atau syok sepsis yang memenuhi kriteria inklusi dan dilakukan pengukuran BIA. Parameter BIA yang diukur meliputi extracellular water (ECW), intracellular water (ICW), total body water (TBW), rasio ECW/TBW, phase angle, resistansi, dan reaktansi pada hari ke-3 setelah diagnosis sepsis. Data klinis yang dikumpulkan meliputi CVP, derajat edema, keseimbangan cairan kumulatif, lama perawatan di ICU, dan mortalitas di rumah sakit. Hasil: Terdapat korelasi signifikan antara CVP dan beberapa parameter BIA, yaitu ICW (r = -0,348; p = 0,013), ECW (r = 0,482; p < 0,001), rasio ECW/TBW (r = 0,747; p < 0,001), phase angle (r = -0,499; p < 0,001), resistansi (r = -0,561; p < 0,001), dan reaktansi (r = -0,492; p < 0,001). ECW dan rasio ECW/TBW berhubungan positif dengan derajat edema, sedangkan phase angle dan reaktansi menunjukkan korelasi negatif (p < 0,05). ICW, rasio ECW/TBW, phase angle, resistansi, dan reaktansi juga secara signifikan terkait dengan mortalitas (p < 0,05). Tidak ditemukan korelasi bermakna antara parameter BIA dengan keseimbangan cairan kumulatif atau lama perawatan di ICU (p > 0,05). Kesimpulan: Parameter BIA, khususnya ICW, phase angle, resistansi, dan reaktansi yang rendah, serta ECW dan rasio ECW/TBW yang tinggi, berhubungan secara signifikan dengan peningkatan CVP, derajat edema, dan mortalitas pada pasien sepsis dan syok sepsis. Temuan ini menunjukkan bahwa BIA berpotensi menjadi alat bernilai dalam menilai status cairan serta memprediksi luaran klinis pasien kritis.
| Item Type: | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | bioimpedance analysis, sepsis, central venous pressure, cumulative fluid balance, degree of oedema |
| Subjects: | R Medicine > R Medicine (General) |
| Divisions (Program Studi): | Fakultas Kedokteran > PPDS Anestesiologi |
| Depositing User: | Nasyir Nompo |
| Date Deposited: | 15 Apr 2026 03:00 |
| Last Modified: | 15 Apr 2026 03:00 |
| URI: | http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/55106 |
