Kasus FIP-FIV pada Kucing di Pet Vet Clinic = FIP-FIV Cases in Cats at Pet Vet Animal Clinic


AMALIAH, ANNISA FADILAH (2026) Kasus FIP-FIV pada Kucing di Pet Vet Clinic = FIP-FIV Cases in Cats at Pet Vet Animal Clinic. Skripsi thesis, Universitas Hasanuddin.

[thumbnail of COVER]
Preview
Image (COVER)
C024241006-AEu0aYRMHcbIFt38-20260122214102.jpeg

Download (60kB) | Preview
[thumbnail of BAB 1-2] Text (BAB 1-2)
C024241006-1-2.pdf

Download (215kB)
[thumbnail of DAPUS] Text (DAPUS)
C024241006-dp.pdf

Download (168kB)
[thumbnail of FULL TEXT] Text (FULL TEXT)
C024241006-fullll.pdf
Restricted to Repository staff only until 8 January 2028.

Download (1MB)

Abstract (Abstrak)

Feline Infectious Peritonitis (FIP) merupakan penyakit viral yang bersifat fatal pada kucing, disebabkan oleh mutasi Feline Coronavirus (FCoV) di dalam tubuh inang. Tujuan penulisan artikel ini untuk menganalisis kasus FIP pada kucing yang dirawat di pet+vet animal clinic. Metode diagnosis yang dilakukan yaitu: anamnesis, pemeriksaan fisik dan pemeriksaan laboratorium. Hasil pemeriksaan: anamnesis Nyomnyom kucing jantan ras mixdom berusia 2 tahun datang ke klinik dengan keluhan tidak mau makan, lemas, dehidrasi, dan demam. Pemeriksaan fisik menunjukkan kondisi tubuh lemas, suhu 39,4°C, frekuensi jantung 140 kali/menit, frekuensi pernapasan 32 kali/menit, turgor kulit >3 detik, mukosa pucat- kekuningan, dan CRT >3 detik. Hasil hematologi menunjukkan terjadinya neutrofilia yang menandakan adanya peradangan vaskular. Pemeriksaan biokimia darah memperlihatkan rasio albumin/globulin rendah (0,32). Hasil rapid test menunjukkan kucing Nyomnyom positif FIV. Pemeriksaan x-ray menunjukan adanya cairan pada thoraks dan abdomen dengan tampakan radiopaque. Dilakukan smear test pada telinga dan ditemukan adanya Malassezia sp.+1 pada kedua telinga. Berdasarkan anamnesa, pemeriksaan fisik, serta hasil dari diagnosa penunajang kucing terdiagnosa FIP basah. Penanganan yang diberikan antibiotik (enrofloxacin), analgesik (butorphanol tertrate), bronkodilatator (fluimucil atau acetylcysteine), obat diuretik (furosemide), hepatoprotektor (ornipural), antivirus (Basmi FIP GS-441524), obat tetes telinga (ketoconazole), vitamin B complex sebagai suportif serta pemberian cairan berupa RL (ringer lactate) atau D40 (dextrose 40%) sesuai dengan kebutuhan pasien. Prognosa kasus FIP basah adalah dubius, bergantung pada tingkat keparahan kucing. Prognosis kasus ini adalah fausta dengan respons positif terhadap terapi ditandai dengan peningkatan kondisi kucing yang semakin membaik.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Uncontrolled Keywords: FIP, infeksi, kucing, virus
Subjects: R Medicine > R Medicine (General)
Divisions (Program Studi): Fakultas Kedokteran > Profesi Dokter Hewan
Depositing User: Unnamed user with username pkl2
Date Deposited: 14 Apr 2026 06:52
Last Modified: 14 Apr 2026 06:52
URI: http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/55104

Actions (login required)

View Item
View Item