Analisis Status Keberlanjutan Usaha Sapi Potong Sistem Kemitraan Tradisional (Tungka) Di Kabupaten Sinjai = Analysis Of The Sustainability Status Of Beef Cattle Business Under The Traditional Partnership System (Tungka) In Sinjai District


UTAMA, A.DELLA RISKI (2025) Analisis Status Keberlanjutan Usaha Sapi Potong Sistem Kemitraan Tradisional (Tungka) Di Kabupaten Sinjai = Analysis Of The Sustainability Status Of Beef Cattle Business Under The Traditional Partnership System (Tungka) In Sinjai District. Thesis thesis, Universitas Hasanuddin.

[thumbnail of Cover]
Preview
Image (Cover)
I012232026-pTaUySmtwQo8fur0-20250819131912.jpg

Download (94kB) | Preview
[thumbnail of Bab 1-2] Text (Bab 1-2)
I012232026-1-2.pdf

Download (633kB)
[thumbnail of Dapus] Text (Dapus)
I012232026-dp.pdf

Download (184kB)
[thumbnail of Fulltext] Text (Fulltext)
I012232026-fullll.pdf
Restricted to Repository staff only until 15 August 2027.

Download (6MB)

Abstract (Abstrak)

Sistem kemitraan tradisional Tungka pada usaha sapi potong di Kabupaten Sinjai merupakan mekanisme sosial-ekonomi yang telah berlangsung secara turun-temurun dan digunakan sebagai strategi perolehan modal oleh peternak skala kecil. Pelaksanaannya terbatas pada tahap awal pemeliharaan ternak tanpa pengembangan berkelanjutan sebagai model usaha. Potensi peningkatan populasi ternak dan pendapatan peternak melalui sistem ini belum dimanfaatkan secara optimal. Penelitian ini bertujuan menggambarkan pelaksanaan kemitraan Tungka dan menilai status keberlanjutan berdasarkan aspek ekologi, ekonomi dan sosial budaya. Pendekatan yang digunakan mencakup Thematic Analysis untuk mengkaji gambaran pelaksanaan tungka dan metode Multiaspect Sustainability Analysis (MSA) menggunakan perangkat lunak Exsimpro untuk menilai keberlanjutan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem ini dijalankan oleh dua pihak utama, yaitu peternak (pattungka) dan pemilik modal (mattungka) dalam hubungan berbasis kepercayaan dan norma kekeluargaan. Pola pelaksanaan yang umum dilakukan yaitu tiga pola namun bersifat fleksibel dan ditentukan secara lisan berdasarkan kesepakatan. Nilai indeks keberlanjutan tungka tercatat sebesar 55,86% dan diklasifikasikan sebagai sustainable. Aspek ekonomi memperoleh nilai tertinggi 66,71% (sustainable); aspek Sosial budaya dengan nilai 63,36% (sustainable); aspek ekologi berada pada posisi terendah 37,5% (low sustainable)

Item Type: Thesis (Thesis)
Uncontrolled Keywords: Tungka, sapi potong, keberlanjutan, kemitraan tradisional, MSA.
Subjects: S Agriculture > SF Animal culture
Divisions (Program Studi): Fakultas Peternakan > Ilmu dan Teknologi Peternakan
Depositing User: Nasyir Nompo
Date Deposited: 14 Apr 2026 05:24
Last Modified: 14 Apr 2026 05:24
URI: http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/55076

Actions (login required)

View Item
View Item